BILA bukan bagian kita,
kita belajar berkata tidak ,
bukan karena menolak,
tetapi karena jujur ​​di tempat kita.

BILA kemampuan kita terbatas,
kita tidak perlu berpura-pura kuat,
tidak perlu mengambil yang bukan milik kita.Sebab semua sudah tersedia

BILA orang lain lebih mampu,
kita belajar bermimpi,
tanpa iri,
tanpa merasa tersingkir.

BILA itu karya Tuhan,
kita belajar bersyukur,
karena Tuhan bekerja
melampaui diri kita melalui orang lain.

BILA semua dari Tuhan
dan semua untuk Tuhan,
maka hati kita dibebaskan
dari debu,
dari ambisi,
dari keinginan untuk diakui.

Dan di sanalah iman dimurnikan:
dalam kejujuran,
dalam kerendahan hati,
dalam berkata ya dan tidak
di hadapan Tuhan.*hm