Artikel
MENELADAN KELUARGA KUDUS : SUKACITA YANG DITERIMA DENGAN RENDAH HATI
Ketika membaca Injil tentang orang-orang Majus yang datang dari Timur dalam Matius 2 : 1 - 12, hati saya sungguh tergerak. Mereka berani menempuh perjalanan yang sangat jauh, meninggalkan kenyamanan, mengikuti bintang yang mereka percaya sebagai petunjuk. Semua itu...
MENELADAN KELUARGA KUDUS : MENERIMA KEHADIRAN ALLAH DENGAN PENUH IMAN DAN SYUKUR
“Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita.” (Yohanes 1:14) Di penghujung tahun 2025, Injil Yohanes mengajak kita kembali ke pusat iman kita:Allah tidak tinggal jauh, tidak berdiam di tempat yang tinggi dan tak tersentuh. Allah memilih untuk menjadi...
MENELADAN KELUARGA KUDUS : MEMBIARKAN ALLAH BERBICARA DAN BEKERJA MELALUI ORANG LAIN
Di Bait Allah, Injil menghadirkan sebuah perjumpaan yang hening namun penuh makna. Tidak ada keramaian, tidak ada kata-kata yang mendominasi. Yang hadir adalah pribadi-pribadi yang setia berdiri di hadapan Allah: Hana yang menanti dalam doa, dan Keluarga Kudus yang...
MENELADANI KELUARGA KUDUS : RENDAH HATI DI HADAPAN MISTERI ALLAH
Ketika Maria dan Yosef membawa Yesus ke Kenisah, mereka datang sebagai keluarga sederhana yang setia menjalankan hukum Tuhan (bdk. Luk 2:22–24). Tidak ada tuntutan keistimewaan, tidak ada sikap merasa lebih karena Anak yang mereka bawa adalah Putra Allah. Mereka...
BELAJAR DARI SANTO YOSEF : AYAH YANG BELAJAR DARI SANG ANAK
Injil tidak pernah mencatat sepatah kata pun yang keluar dari mulut Yosef. Namun justru dalam keheningan itulah, hidupnya berbicara dengan sangat lantang. Yosef adalah sosok ayah yang tidak banyak berkata-kata, tetapi cepat bertindak—setia, sigap, dan penuh tanggung...
MENELADAN SANTO YOSEF : KETAATAN YANG TERJAGA DALAM HARAPAN
Bapa Yosef adalah pribadi yang tidak banyak berbicara, namun hidupnya penuh keputusan. Injil tidak mencatat satu kata pun yang keluar dari mulutnya, tetapi tindakannya berbicara sangat lantang: ia segera melakukan kehendak Allah. Taat tanpa ragu dan tidak...
MENELADAN KELUARGA KUDUS :MENEMANI PERTUMBUHAN
Dalam keheningan Nazaret, Allah memilih tinggal.Bukan di istana, bukan di ruang yang gemerlap,melainkan di dalam sebuah keluarga yang sederhana,tempat kehidupan dijalani hari demi hari. Itulah Keluarga Kudus Nasaret, Yesus, Maria, Yosef. Pada Pesta Keluarga Kudus,...
SAAT IBU TUHANKU DATANG MENGUNJUNGIKU
Syering Injil Lukas 1 :39 - 56. Saya sangat tertarik dengan ayat 43 - 45 " Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh berbahagialah...
KELUARGA KUDUS MELAYANI TUHAN DI ATAS SEGALANYA
Kisah pengungsian Keluarga Kudus ke Mesir sangat menginspirasi aku dalam permenungan tahun ini. Kisah Maria dan Yosef yang sedang sangat bahagia dengan kehadiran Putra Allah dalam keluarga mereka. Ada kunjungan para gembala Betlehem, yang sebelumnya tidak dikenal....
SUKACITA MENGHAYATI KEMURNIAN SEPERTI KELUARGA KUDUS
Keperawanan atau kemurnian merupakan jalan menuju kepenuhan pribadi yang integral, matang, menuntut kepribadian yang bisa dihayati dalam inkarnasi Kristus. Maka konsep mengenai kepribadian yang matang dan dewasa tidak hanya dipersempit ke dalam kepribadian psikologis...
BERSAMA KELUARGA KUDUS MERAYAKAN SYUKUR SEBARKAN SUKACITA NATAL
Selamat Natal. Kita masih berada dalam suasana Natal yang penuh sukacita. Adakah yang tidak mengalami sukacita Natal? Barangkali ada, jika Natal dikaitkan dengan berbagai peristiwa hidup yang mendukakan hati. Seseorang memposting sebuah ucapan selamat Natal di...
BELAJAR DARI KELUARGA KUDUS MENGATASI PROBLEM KEHIDUPAN
Meski dipilih secara istimewa terlibat dalam karya keselamatan Allah, Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yosef tidak dibebaskan dari berbagai persoalan atau masalah kehidupan. Sebagai manusia biasa, sebagai sebuah keluarga dalam rumah tangga, berbagai kesukaran hidup...
SUKACITA MENGHAYATI KEMISKINAN SEPERTI KELUARGA KUDUS
Yesus memutuskan dengan penuh sukacita untuk mengosongkan diriNYA dan menjadi solider dengan manusia. Walaupun dalam rupa Allah, Dia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah yang harus dipertahankan melainkan solider dengan manusia. Bdk Fil 2: 5-7. Dalam Konst no.34...
SUKACITA MEMUTUSKAN UNTUK MENGHAYATI KETAATAN SEPERTI KELUARGA KUDUS
Dalam kitab Suci ( Luk 1: 26-38) dikatakan bahwa Setelah Bunda Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Tuhan, Maria tidak menerima tawaran malaikat begitu saja. Maria bingung dan terkejut dengan berita itu karena Maria belum bersuami. Keterkejutan Maria adalah...
SUKACITA MERAYAKAN PERUTUSAN DENGAN SETIA SESUAI SEMANGAT KELUARGA KUDUS
Kita dipanggil untuk diutus. Kita diutus untuk mewartakan Kabar Gembira sebagaimana diteladankan Keluarga Kudus. Apa yang mesti kita lakukan dengan perutusan ini? Mari, kita renungkan secara khusus dari Direktorium KKS nomor 2,3 dan 4 halaman 2-6. Di sini tertulis...
SUKACITA MERAYAKAN SALIB DAN PENDERITAAN BERSAMA KELUARGA KUDUS
Kehidupan yang kita jalani, suka duka silih berganti, yang kadang membuat rasa syukur dan sukacita kita mengalami fluktuasi, naik turun. Ada saat -saat puncak rasa syukur dan sukacita yang kita rayakan, namun ada pula kala pencobaan dan penderitaan menerpa seolah...
SUKACITA MERAYAKAN KEHADIRAN ALLAH SANG KASIH DALAM KOMUNITAS KITA
Bunda Maria dan Santo Yosef dengan sukacita dan penuh Syukur menerima kehadiran Bayi Yesus. Mereka berperan sebagai hamba Tuhan yang taat pada kehendak Ilahi, menerima sang Bayi yang menjelma dalam Rahim Bunda Maria, dan lahir di kandang hina Betlehem.Mereka mengasihi...
SUKACITA MERAYAKAN KASIH KARUNIA ALLAH DALAM HIDUP BAKTI KITA SESUAI SEMANGAT KELUARGA KUDUS
Sukacita merayakan hidup bakti sesuai semangat Keluarga Kudus, sangat nyata tersirat dan tersurat dalam Seruan Apostolik pertama Paus Fransiskus Gaudium Evangelii ( Sukacita Injil ) yang cukup panjang, karena Paus ingin menyentuh beberapa masalah penting dalam...
MATA VISIONER SANG PREFEK : MISI YANG CUKUP BERHASIL AKHIRNYA GAGAL KARENA KURANG SISTEMATIS
"Bouma cukup sadar, bahwa dalam periode permulaan karya misi dibuat kesalahan besar, yaitu bekerja tanpa sistematis.Tulisannya :" Antara tahun 1853 dan tahun 1880 di daerah Bangka, Belitung dan Riau telah tinggal ribuan orang katolik. Kebanyakan dari mereka kembali ke...
MATA VISIONER SANG PREFEK : STASI SAMBONG DULU DAN KINI
Tercatat dalam biografi Mgr Vitus Bouma, bahwa selama tahun-tahun sebagai Prefek, Bouma mengusahakan membangun sebanyak mungkin gereja, pertama-tama di Pangkalpinang, pusat perusahaan timah Bangka. Telah Bouma melihat bahwa stasi Sambong merosot dalam hal ekonomi,...