TGL. 2 JANUARI PERINGATAN WAJIB ST.BASILIUS AGUNG DAN ST. GREGORIUS DARI NAZIANZE, USKUP DAN PUJANGGA GEREJA “
1Yoh.2:22-28;Mzm.98:1,2-3ab,3cd-4;Yoh.1:19-28;

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita mengenang St. Basilius Agung dan St. Gregorius dari Nazianze, dua uskup dan pujangga Gereja yang berjuang membela iman sejati di tengah arus ajaran sesat. Bacaan hari ini menegaskan panggilan kita: tetap setia pada Kristus, membungkus dengan kehidupan, dan melayani dengan hati yang rendah.

Banyak orang yang sedang menunggu kedatangan Mesias yang menjanjikan. Mereka sangat merindukan kedatangan Mesias. Namun demikian, mereka juga tidak tahu secara pasti siapa dan bagaimana Mesias itu. Oleh karena itu, ketika Yohanes tampil di hadapan banyak orang, mereka bertanya-tanya apakah Yohanes itu adalah Mesias. Yohanes sebenarnya bisa menggunakan “kesempatan dalam kesemitan”. Namun ia tidak mau berdusta! Ia tetap setia pada panggilan hidupnya. Dengan tegas ia menyatakan: “Aku bukanlah Mesias”. Ia menunjuk dan mengakui secara tegas dan pasti siapa dan bagaimana Mesias itu.

Melalui suratnya, Yohanes mengingatkan secara tegas dan pasti kepada setiap orang yang percaya kepada Kristus untuk tetap setia pada iman yang telah mereka miliki. Iman yang telah diterima itu harus dipegang teguh sebagai jaminan hubungan untuk tinggal di dalam Anak dan Bapa.
Basilius adalah seorag uskup yang gigih membela dan mempertahankan ajaran iman Kristiani terhadap ajaran sesat Arianisme. Ia menerbitkan banyak buku liturgi dengan berbagai pembaharuan. Ia juga menuis berbagai surat yang tersimpan hingga kini. Dari surat – surat itu kita dapat mengetahui kepribadian Basilius sebagai seorang yang mahir, pandai dan beriman. Meskipun badannya sangat kurus karena hidup tapa yang keras dan penyakit, namun semangat pelayannya tak pernah pudar. Ia pun tetap ramah dan rendah hati terhadap seluruh umatnya.

Gregorius memulai karyanya sebagai Uskup dengan membangun sebuah Gereja darurat. Gereja ini disebutnya “anastasis” yang berarti kebangkitan. Kaum Arian yang menentangnya menghadapinya dengan tenang dan sabar. Kepada umat ia selalu berkata: “Kita harus menghadapi mereka (Kaum Arian) dengan budi bahasa yang manis dan kesabaran yang tinggi agar bisa mengalahkan mereka.” Dari tulisan-tulisannya kita mengetahui bahwa Gregorius adalah seorang teolog dan Filsuf yang arif.

Sejauh mana aku telah mengembangkan imanku? Apakah aku telah menggunakan segala kemampuan yang aku miliki untuk mewartakan imanku?
Saudara-saudari, Yohanes mengingatkan kita untuk tetap tinggal di dalam Kristus, Mazmur mengajak kita memuji karya keselamatan Allah, dan Yohanes Pembaptis menunjukkan kesaksian yang rendah hati. St. Basilius dan St. Gregorius menegaskan bahwa kesetiaan pada Kristus harus diwujudkan dalam ajaran yang benar dan pelayanan yang penuh kasih. Mari kita meneladani mereka: setia pada kebenaran Kristus, melipatgandakan kehidupan, dan melayani dengan hati yang rendah.
Mari meneladani iman St. Basilius dan Gregorius untuk mengembangkan dan mewartakan iman kita.
Tuhan melayani. *RDAMT