SABTU, PEKAN BIASA XXVII
Gal 3:22-29; Mzm 105:2-3.4-5.6-7; Luk 11:27-28.
Bacaan hari ini menyingkapkan tiga hal penting: Paulus menegaskan bahwa semua orang yang percaya adalah anak-anak Allah dalam Kristus (Gal 3:22-29); Mazmur 105 mengajak kita untuk mengingat karya agung Tuhan; dan Injil Lukas (Luk 11:27-28) menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya karena hubungan darah dengan Yesus, melainkan karena mendengarkan dan melaksanakan sabda Allah. Pesan ini sangat relevan bagi kita yang sering terjebak dalam rutinitas iman tanpa sungguh menghidupi sabda.
Seorang wanita dari antara orang banyak mengagumi perbuatan dan kebijaksanaan Yesus. Kekaguman itu terarah pada pujian kepada ibu yang telah melahirkan-Nya. Namun, Yesus mengarahkan kekaguman wanita itu kepada hal yang lebih mendalam, lebih utama, yaitu mendengarkan dan melaksanakan Sabda Allah.
Kepada Jemaat di Galatia Paulus menegaskan bahwa orang beriman telah mengenakan Kristus dalam baptisan. Mengenakan Kristus berarti menjadi manusia baru. Menjadi manusia baru berarti gaya dan sikap serta cara hidup setiap orang beriman harus sesuai dengan gaya, sikap, dan cara hidup Kristus itu sendiri. Oleh karena itu, hubungan dengan Kristus harus juga dibarui, yaitu sebagai pendengar dan pelaksana Sabda Allah, sebagaimana ditunjukkan dan diwujudkan oleh Yesus Kristus itu sendiri.
Apakah Sabda Allah telah menjadi pedoman, patokan dan daya kehidupan bagiku? Sejauh mana aku telah menjadi pendengar dan pelaksana Sabda Allah? Bagaimana hal itu telah aku wujudkan?
Mari kita syukuri identitas kita sebagai anak-anak Allah dalam Kristus. Mari kita mengingat karya Tuhan dan menjawab panggilan Yesus: berbahagia bukan hanya karena mendengar, tetapi karena melaksanakan sabda. Dengan demikian, hidup kita menjadi kesaksian nyata tentang kasih Allah. Mari menjadi pendengar dan pelaksana Sabda Allah.
Tuhan memberkati. *RD AMT
Recent Comments