SELASA PRAPASKAH III
Dan. 3:25,34-43; Mzm. 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9; Mat. 18:21-35
Bacaan hari ini menyingkapkan wajah Allah yang penuh belas kasih dan mengajak kita untuk meneladaninya dalam hidup sehari-hari. Doa Azarya dalam Kitab Daniel menunjukkan kerendahan hati dan permohonan pengampunan di tengah penderitaan. Mazmur menegaskan bahwa Allah adalah penuh kasih dan setia, yang selalu membimbing umat-Nya. Injil menampilkan perumamaan Yesus tentang memaafkan tanpa batas, yang menegaskan bahwa belas kasihan Allah harus ditunjukkan dalam sikap kita terhadap sesama.
Doa Azarya adalah pengungkapan kesadaran akan ketidaksetiaan dan dosa yang telah dilakukan Israel sebagai bangsa yang terpilih. Akibat ketidaksetiaan dan dosa itu, Israel harus menderita penderitaan dan menanggung malu. Israel menjadi bangsa yang hina. Satu-satunya harapan hanya ada pada belas kasih Allah.
Untuk mengampuni sesama yang bersalah, Petrus masih menghitung-hitungan dengan cara manusia. Ia terkurung pada batas jumlah. Yesus memberikan kesadaran baru, sampai pada kedalaman, yaitu kerahiman Allah. Tuntutannya, setiap orang harus mengampuni tanpa batas. Karena, ia telah terlebih dahulu diamuni oleh Allah yang maharahim itu tanpa batas!
Sejauh mana belas kasih dan kerahiman Allah telah menjadi daya yang menggerakkan saya untuk berbelas kasih terhadap orang lain, terutama mereka yang telah bersalah kepada saya? Bagaimana aku bisa memaafkan orang lain?
Bacaan hari ini mengajarkan bahwa: Allah selalu mendengar doa yang tulus, bahkan di tengah penderita. Kasih setia Allah lebih besar dari dosa kita. Kita dipanggil untuk mengampuni tanpa batas, sebagaimana Allah mengampuni kita.
Mari kita gunakan masa Prapaskah ini untuk sungguh-sungguh mengalami belas kasihan Allah, lalu membagikannya kepada sesama melalui sikap memaafkan. Dengan demikian, kita menjadi saksi nyata kasih Allah di dunia. Mari membangun sikap belas kasih untuk mengampuni tanpa batas kepada orang yang bersalah kepada kita. Tuhan melayani. *RDAMT
Recent Comments