JUMAT PASKAH IV, ST. YUSUF PEKERJA
Kis 13:26-33; Mzm 2:6-7.8-9.10-11; Yoh 14:1-6.

Gereja merayakan St. Yusuf Pekerja setiap 1 Mei sebagai pengakuan atas martabat kerja manusia dan untuk menegaskan teladan Yusuf sebagai pekerja sederhana yang setia, sekaligus sebagai jawaban rohani terhadap peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). Pesta ini ditetapkan oleh Paus Pius XII pada tahun 1955 untuk meneguhkan bahwa kerja bukan sekadar kewajiban ekonomi, tetapi partisipasi dalam karya keselamatan Allah. St. Yusuf adalah sosok yang sederhana namun luar biasa. Ia tidak banyak berbicara dalam Kitab Suci, tetapi hidupnya adalah kesaksian nyata tentang iman, kerja keras, dan kesetiaan. Dalam terang Paskah, bacaan hari ini mengajak kita melihat bagaimana kebangkitan Kristus memberi arah bagi hidup kita, termasuk dalam kerja sehari-hari.

Kata-kata yang amat meneguhkan kita dengar dari penegasan Yesus kepada para murid-Nya: “Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku”. Pernyataan ini semakin dipertegas lagi: “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”.
Kepada umat di Antiokhia, Paulus menegaskan bahwa kebangkitan Yesus adalah penggenapan janji Allah. Kebangkitan Yesus menjadi kabar sukacita. Sebab, kebangkitan Yesus menjadi jaminan bagi setiap orang bahwa Allah memperbarui dan menyelamatkan manusia. Manusia itu lemah, miskin, dan rapuh. Namun berkat kebangkitan Yesus, manusia diberi daya yang menyelamatkan. Yesus menjadi jalan, kebenaran, dan hidup bagi manusia.

Sejauh mana jaminan bahwa Yesus adalah jalan, kebenaran , dan hidup telah menjadi daya yang membangkitkan aku dari kelemahan, kemiskinan, dan kerapuhanku?
Merayakan St. Yusuf Pekerja di tengah masa Paskah mengingatkan kita bahwa kebangkitan Kristus harus nyata dalam kerja sehari-hari. Mari kita meneladani Yusuf: sederhana, setia, dan tekun. Dengan demikian, hidup kita menjadi saksi bahwa Kristus sungguh adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup.
Mari, jangan gelisah dan cemas hati…percayalah pada Tuhan. Ia adalah jaminan dan andalan hidup kita. Mari menimba daya dari Allah dalam diri Yesus yang adalah jalan, kebenaran, dan hidup kita.
Tuhan memberkati.*RD AMT