SELASA, PEKAN BIASA XXVII
Gal 1:13-24; Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15; Luk 10:38-42.
Bacaan hari ini menyingkapkan dua hal penting: pengalaman Paulus yang diubah oleh Kristus (Gal 1:13-24), pengakuan Mazmur bahwa Tuhan mengenal kita secara mendalam (Mzm 139), dan kisah Marta serta Maria (Luk 10:38-42) yang menekankan pentingnya memilih bagian yang terbaik, yakni mendengarkan Tuhan. Semuanya mengajak kita untuk menata kembali prioritas hidup: apakah kita sungguh memberi ruang bagi Kristus?
Kisah sederhana tentang kunjungan Yesus ke rumah Marta dan Maria menegaskan nilai iman yang penting. Marta dan Maria adalah dua sosok beriman yang menunjukkan kasih dan perhatian yang beragam. Marta adalah sosok yang memperhatikan apa yang harus disajikan untuk menghormati tamu. Sedangkan, Maria adalah sosok yang memperhatikan tamu dengan cara mendengarkan. Kedua sosok ini bukan untuk diperdebatkan dan dipertentangkan satu sama lain. Keduanya menunjukkan prioritas yang berbeda dalam pilihan sikap dan tindakan untuk memilih yang terbaik, yang terutama dalam sikap dan tindakan yang beragam.
Paulus memberikan kesaksian perubahan hidupnya. Ia yang awalnya penganiaya yang ganas berubah menjadi pembela yang total dan integral. Hal ini terjadi karena kasih karunia Allah. Kesadaran akan kasih karunia Allah itu menjadi daya bagi orang lain untuk memuliakan Allah.
Apa dan bagaimana prioritas pilihan sikap dan tindakan imanku? Apakah pilihan sikap dan tindakan imanku telah mendorong aku untuk selalu bertobat membarui imanku? Apakah kasih karunia Allah telah menjadi daya bagiku dan bagi orang lain untuk memuji Allah?
Mari kita belajar dari Paulus yang diubah oleh Kristus, dari Mazmur yang mengingatkan bahwa Tuhan mengenal kita, dan dari Maria yang memilih mendengarkan sabda. Semoga kita pun menata hidup dengan menempatkan Kristus di pusat, sehingga pelayanan kita berbuah dan doa kita memberi kekuatan. Mari menentukan prioritas pilihan dan sikap dalam tindakan iman kita. Mari membangun sikap tobat kita sehingga pilihan dan sikap iman kita semakin berkualitas. Semoga kasih karunia Allah menjadi daya bagi kita dan bagi orang lain untuk memuji Allah.
Tuhan memberkati. *RD AMT
Recent Comments