TGL. 3 JANUARI, SABTU IMAM, NAMA YESUS YANG TERSUCI
1Yoh. 2:29 – 3:6; Mzm. 98:1,3cd-4,5-6; Yoh. 1:29-34.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita merayakan Nama Yesus yang Tersuci. Nama Yesus bukan sekadar sebutan, melainkan identitas dan kuasa keselamatan. Dalam nama Yesus, kita menerima jaminan keselamatan, pengampunan, hidup baru, dan panggilan untuk hidup kudus.
Nama Yesus yang Tersuci dirayakan dalam Gereja Katolik karena nama Yesus sendiri adalah tanda keselamatan, kasih, dan kuasa Allah yang hadir di tengah manusia. Perayaan ini menegaskan iman bahwa “dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit, di bumi, dan di bawah bumi” (Flp 2:10-11), serta mengingatkan umat untuk menghormati dan menghidupi nama Yesus dalam doa, liturgi, dan kehidupan sehari-hari.
Asal mula penghormatan: Devosi kepada Nama Yesus sudah ada sejak zaman para rasul. St. Paulus menulis bahwa nama Yesus adalah nama di atas segala nama, yang membawa kemuliaan bagi Allah Bapa. Perayaan resmi: Sejak abad ke-15, Gereja Katolik mulai merayakan pesta Nama Yesus di tingkat lokal. Pada abad pertengahan, tanggal 1 Januari (hari kedelapan setelah Natal) juga diperingati sebagai hari pemberian nama Yesus, sesuai Injil Lukas 2:21. Penetapan liturgi: Paus Gregorius X mendorong devosi ini pada Konsili Lyon (1274), dan kemudian Paus Innocentius XIII menetapkan pesta Nama Yesus secara resmi dalam kalender liturgi universal pada abad ke-18.
Ada dua pewahyuan yang amat istimewa dinyatakan kepada kita. Pertama, dengan amat tegas Yohanes Pembaptis menunjukkan kepada kita bahwa Yesus adalah “Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia”. Kedua, rasul Yohanes secara pasti menegaskan bahwa karena kasih karunia Bapa maka kita disebut sebagai anak-anak Allah.
Kedua pewahyuan ini menjadi istimewa karena menyatakan secara tegas tentang identitas dan landasan identitas atau martabat kita sebagai anak-anak Allah. Martabat atau identitas kita sebagai anak Allah terjadi hanya di dalam diri Yesus Kristus yang telah menyatakan diri dan ditunjuk tanpa keraguan oleh Yohanes Pembaptis.
Sejauh mana aku telah menyadari identitas atau martabat diriku sebagai anak-anak Allah? Sejauh mana aku telah menjadi saksi yang membawa orang lain kepada Yesus Kristus sang Anak Domba Allah?
Nama Yesus berarti “Allah menyelamatkan”. Nama ini bukan sekadar identitas, tetapi mengungkapkan misi Yesus sebagai Juruselamat. Nama Yesus adalah panggilan untuk hidup kudus. Nama Yesus adalah kabar gembira bagi seluruh dun Saudara-saudari, Yohanes menegaskan panggilan hidup kudus, Mazmur mengajak kita bersukacita atas karya keselamatan, dan Injil menunjukkan Yesus sebagai Anak Domba Allah. Mari kita menghormati Nama Yesus yang Tersuci bukan hanya dengan bibir, tetapi dengan hidup yang kudus, penuh kasih, dan menjadi saksi keselamatan bagi dunia.ia. Nama Yesus adalah sumber keselamatan, kuasa yang menghapus dosa.
Perayaan Nama Yesus yang Tersuci dalam Gereja Katolik adalah ungkapan syukur atas kasih Allah yang nyata dalam Yesus Kristus, sekaligus pengingat bahwa nama Yesus adalah sumber keselamatan, kuasa, dan sukacita bagi seluruh dunia. Dengan menghormati nama Yesus, umat diajak untuk hidup kudus, penuh kasih, dan menjadi saksi terang Kristus di tengah masyarakat.Mari mewujudkan identitas diri kita sebagai anak Allah, menjadi saksi yang membawa orang lain kepada Yesus Kristus sang anak domba Allah.
Tuhan memberkati. *RD AMT
Recent Comments