BILA aku berani mengakui diriku lemah,
aku tidak lagi menutupi kepapaan yang ada.
Aku berhenti berpura-pura kuat.
Aku berdiri di hadapan Tuhan.
BILA pengakuan itu tidak berhenti pada diriku sendiri,
aku belajar mengalihkan pandangan ke luar.
Aku menyadari hidup ini bukan tentang aku.
Ada Dia yang lebih besar dan setia hadir.
BILA aku berani berkata bukan aku pusatnya,
aku dibebaskan dari keinginan untuk diakui.
Aku tidak perlu mengambil bagian yang bukan milikku.
Aku belajar menceritakan ketika Tuhan berkarya melalui siapa pun.
BILA aku menunjuk kepada Tuhan sebagai pusat hidup,
hatiku menjadi tenang dan jujur.
Semua yang ada saya kuterima sebagai anugerah.
Dan dengan sederhana aku percaya: semua dari Tuhan, dan untuk Tuhan.
Recent Comments