JUMAT, PEKAN BIASA VIII
1Ptr 4:7-13; Mzm 96:10.11-12.13; Mrk 11:11-26.
Bacaan hari ini mengingatkan kita akan panggilan untuk berjaga-jaga, bertekun dalam doa, dan hidup dalam kasih. Rasul Petrus menegaskan bahwa akhir segala sesuatu sudah dekat, maka kita harus hidup dengan penuh kesadaran, saling mengasihi, dan melayani dengan karunia yang kita terima. Injil menampilkan Yesus yang mengajarkan iman sejati, doa yang penuh kepercayaan, dan hati yang rela mengampuni.
Kisah kutukan Yesus terhadap pohon ara dan pembersihan Bait Allah merupakan sebuah permenungan iman yg sangat dalam. Pohon ara yg menjadi kering melambangkan sisi tidak berbuahnya ibadat di Bait Allah oleh bangsa Israel sebagai bangsa terpilih. Israel melakukan ibadat, namun tidak sejati dan menghasilkan buah. Mereka justru mengotori Bait Allah dan ibadat dengan menjadikannya sebagai sarang penyamun. Melalui dua tindakan Yesus itu, setiap orang beriman ditantang untuk mengevaluasi dirinya serta kedalaman imannya. Setiap orang beriman dituntut untuk memiliki iman yg dalam terhadap Allah sehingga dapat menghasilkan buah berkat iman dalam doa yg sejati.
Petrus mengajak setiap orang beriman untuk mengenali dan menyadari serta menumbuhkembangkan kasih karunia yg dianugerahkan oleh Allah. Sebab, setiap kasih karunia apa pun itu, dianugerahkan oleh Allah untuk membangun kehidupan bersama. Memang, perjuangan untuk menumbuhkembangkan serta membagikannya kepada sesama bukanlah tindakan yg mudah. Perjuangan tersebut diwarnai oleh berbagai risiko dan penderitaan. Tetapi justru di situlah bukti buah kasih karunia Allah dalam iman akan terwujud.
Mazmur mengajak kita untuk bersukacita karena Tuhan memerintah dunia dengan keadilan. Hidup dalam kasih dan pelayanan berarti menjadi saksi keadilan Allah di tengah dunia.
Bagaimana aku telah menumbuhkembangkan karunia imanku? Apakah aku telah menghasilkan buah2 cinta kasih kepada Tuhan dan sesamaku?
Bacaan hari ini meneguhkan kita bahwa hidup beriman berarti berjaga dalam doa, hidup dalam kasih, dan berbuah dalam iman yang disertai pengampunan. Semoga Roh Kudus menuntun kita untuk semakin setia dalam doa, semakin tulus dalam kasih, dan semakin berani berbuah dalam iman, sehingga hidup kita sungguh menjadi kesaksian yang memuliakan.
Mari menghasilkan buah iman bagi Tuhan dan sesama.
Tuhan memberkati.*RD AMT
Recent Comments