SELASA, PEKAN BIASA XV
Yes 7:1-9; Mzm 48:2-3a.3b-4.5-6.7-8; Mat 11:20-24.
Liturgi hari ini menyingkapkan dua hal penting: Allah yang meneguhkan umat-Nya agar tidak takut menghadapi ancaman, dan Yesus yang menegur kota-kota yang menolak bertobat meski telah melihat karya-Nya. Bacaan ini mengajak kita untuk percaya pada Allah yang setia dan membuka hati untuk bertobat.
Berhadapan dengan ancaman serangan dari luar, Raja Ahas menjadi gentar dan takut. Nabi Yesaya tampil menyatakan jaminan kepastian perlindungan Allah. Namun hal itu sangat tergantung pada kepercayaan mereka pada Allah. Yesaya menegaskan: “Jika kalian tidak percaya, niscaya kalian tidak teguh jaya”.
Kepada kota-kota yang tidak bertobat, Yesus mengecam mereka. Mengapa? Karena di kota-kota itu, Yesus telah melakukan banyak mukjizat yang menjadi tanda nyata kehadiran dan kekuasaan serta kekuatan Allah. Namun, mukjizat yang menjadi tawaran kasih karunia Allah itu tidak diterima. Mereka tidak percaya.
Apakah aku telah membuka diriku untuk menangkap tanda-tanda kehadiran Allah yang menjadi jaminan kehidupanku? Atau apakah aku selalu menutup diri, lebih mengharapkan sensasi-sensasi tawaran dunia ini?
Hari ini kita diteguhkan untuk percaya pada Allah yang setia, bersyukur atas perlindungan-Nya, dan bertobat dengan hati yang tulus. Mari kita hidup sebagai umat yang teguh dalam iman dan terbuka pada karya Allah. Mari membuka diri kita menangkap tanda-tanda kehadiran Allah yang menjadi jaminan kehidupan kita.
Tuhan memberkati. RD AMT
Recent Comments