SENIN, PEKAN BIASA XV “Iman Sejati: Hidup dalam Kebenaran dan Kesetiaan Kristus”
Yes 1:11-17; Mzm 50:8-9.16bc-17.21.23; Mat 10:34-11:1.
Liturgi hari ini menyingkapkan panggilan Allah untuk meninggalkan ibadah yang hanya formalitas tanpa hati, dan Yesus yang menegaskan bahwa mengikuti Dia berarti berani menghadapi perpecahan demi kebenaran. Bacaan ini mengajak kita untuk hidup dalam iman sejati, bukan sekadar ritual, melainkan kesetiaan yang nyata kepada Kristus.
Israel disamakan dengan Sodom dan Gomora, kota yang dihancurkan oleh api dari surga karena dosa mereka. Israel juga akan hancur seperti itu karena mereka telah rusak. Allah menunjukkan rasa muak-Nya terhadap Israel karena kurban persembahan dan perayaan mereka penuh kepalsuan. Hidup mereka penuh pelanggaran dan kejahatan. Oleh karena itu, Israel harus melakukan pembaruan diri lambang pertobatan dan pembersihan diri. Sehingga mereka layak di hadapan Allah.
Melalui ungkapan-ungkapan yang sangat ekstrem, Yesus mau menunjukkan bahwa kesetiaan kepada Allah adalah prioritas tuntutan bagi setiap murid. Loyalitas utama kepada Allah harus menjadi yang paling utama daripada terhadap ikatan apapun. Dalam kasus-kasus yang ekstrem, jika harus memilih, Yesus menuntut loyalitas mutlak kepada Allah. Oleh karena itu perlu pertobatan dan pembersihan diri terus menerus.
Bagaimana aku telah membangun loyalitas hidupku kepada Allah? Bagaimana aku telah membangun sikap tobat terus menerus dalam hidupku?
Hari ini kita diteguhkan untuk hidup dalam iman sejati: meninggalkan ibadah yang hanya formalitas, mempersembahkan hidup yang berkenan, dan berani setia kepada Kristus meski menghadapi tantangan. Mari membangun loyalitas hidup kita kepada Allah dengan mewujudkan sikap tobat terus menerus dalam hidup kita.
Tuhan memberkati. RD AMT
Recent Comments