KAMIS, PEKAN BIASA XIV
Hos 11:1b.3-4.8c-9; Mzm 80:2ac.3b.15-16; Mat 10:7-15.
Liturgi hari ini menyingkapkan wajah Allah yang penuh kasih setia meski umat-Nya sering jatuh, dan Yesus yang mengutus para murid untuk mewartakan Kerajaan Allah dengan semangat kasih dan kesederhanaan. Bacaan ini mengajak kita untuk percaya pada kasih Allah yang tak pernah menyerah, serta setia dalam perutusan Kristus.
Nabi Hosea tampil untuk menyadarkan dan mengingatkan kembali Israel tentang identitas mereka sebagai bangsa terpilih. Allah telah memilih dan menuntun Israel dalam ikatan kasih dan kesetiaan. Dengan daya kuasa cinta-Nya Allah membebaskan Israel dari perbudakan. Ia menuntun Israel dalam belas kasih yang melimpah.
Allah yang penuh kasih dan kesetiaan itu diwartakan dan diwujudkan oleh Yesus. Ia juga mengutus para murid-Nya untuk mewartakan dekat dan datangnya Kerajaan Surga. Para murid diutus untuk mewujudkan belas kasih Allah sebagai tanda hadirnya Kerajaan Allah. Oleh karena itu, para murid dituntut untuk selalu mengandalkan belas kasih Allah bukan jaminan fasilitas dan kemampuan manusia. Itu berarti, hanya kekuatan rahmat Allah yang memampukan mereka untuk tugas perutusan tersebut.
Sejauh mana aku telah membuka diriku bagi kasih, kesetiaan dan belas kasih Allah? Apakah aku sudah mengandalkan kekuatan rahmat Allah? Apakah hidupku sudah menjadi tanda nyata hadirnya Kerajaan Allah?
Hari ini kita diteguhkan oleh kasih Allah yang tak pernah menyerah, dan oleh panggilan Kristus untuk diutus mewartakan Kerajaan Allah. Mari kita hidup sebagai murid yang setia, penuh kasih, dan siap melayani tanpa pamrih. Mari membuka diri kita bagi kasih, kesetiaan dan belas kasih Allah, mengandalkan kekuatan rahmat-Nya dan menghadirkan Kerajaan Allah dalam setiap peristiwa hidup kita.
Tuhan memberkati. RD AMT
Recent Comments