RABU, PEKAN BIASA XIV
Hos 10:1-3.7-8.12; Mzm 105:2-3.4-5.6-7; Mat 10:1-7.
Liturgi hari ini menyingkapkan dua hal penting: umat Israel yang jatuh dalam dosa karena hati yang keras, dan Yesus yang mengutus para murid untuk mewartakan Kerajaan Allah. Bacaan ini mengajak kita untuk membuka hati bagi kebenaran Allah dan setia dalam perutusan Kristus.
Dalam keadaan berkecukupan dan mampu membangun berbagai aspek kehidupan Israel mulai melupakan Allah. Bahkan, relasi terhadap sesama terutama yang miskin dan terlantar diabaikan. Pada saat seperti itu Hosea tampil. Ia mengajak Israel untuk mencari Tuhan Allah sumber kekuatan mereka. Allah harus selalu disembah, sebab hanya dengan cara itulah Israel akan mengalami kemakmuran hidup yang sejati.
Yesus mulai menyerahkan tugas perutusannya kepada para murid. Perutusan itu dimulai dalam lingkup yang sangat terbatas, yang kemudian akan berkembang terbuka luas. Para murid diarahkan untuk menjadi pewarta kabar sukacita yaitu bahwa Kerajaan Surga sudah dekat. Untuk itu mereka dilengkapi dengan kuasa mengusir roh-roh jahat dan melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
Apakah Tuhan telah menajdi satu-satunya sumber kekuatan dan andalan hidupku? Sejauh mana aku telah berusaha untuk selalu mencari Tuhan dan melaksanakan kehendak-Nya di dalam hidupku? Apakah aku telah mewartakan kebaikan-Nya kepada orang lain dalam setiap peristiwa hidupku?
Hari ini kita diteguhkan untuk membuka hati bagi kebenaran Allah, bersyukur atas karya-Nya yang setia, dan setia dalam perutusan Kristus. Mari kita hidup sebagai umat yang bertobat, penuh kasih, dan berani menjadi saksi Kerajaan Allah di tengah dunia. Mari selalu mencari Tuhan dan mewartakan kebaikan-Nya kepada orang lain dalam setiap peristiwa hidup kita.
Tuhan memberkati. RD AMT
Recent Comments