SELASA, PEKAN BIASA XIV
Hos 8:4-7.11-13; Mzm 115:3-4.5-6.7ab-8.9-10; Mat 9:32-38.
Liturgi hari ini menyingkapkan dua hal penting: Allah yang menolak ibadah palsu dan berhala buatan manusia, serta Yesus yang berbelas kasih kepada orang banyak dan mengutus para murid untuk bekerja di ladang-Nya. Bacaan ini mengajak kita untuk hidup dalam iman sejati dan menjadi pekerja yang setia bagi Kerajaan Allah.
Bangsa Israel sedang giat membangun dirinya. Kemajuan yang mereka capai membuat mereka merasa cukup, bahkan mampu melakukan bermacam-macam hal. Namun akibatnya adalah bahwa mereka merasa tidak memerlukan Allah lagi. Dalam keadaan seperti itu, nabi Hosea tampil mengingatkan mereka akan bahaya kehilangan jati diri sebagai bangsa pilihan Allah, bangsa beriman yang kekuatan dan jaminan mereka hanya ada pada Allah. Jika tanpa Allah, maka kekuatan yang mereka banggakan itu justru akan menghancurkan dan membinasakan mereka.
Peristiwa penyembuhan orang bisu menghebohkan banyak orang. Tetapi orang-orang Farisi justru memandang secara negatif. Mereka yang seharusnya gampang mengenali karya kuasa Allah justru menutup diri dan menyangkali kuat kuasa Allah itu.
Apakah aku peka untuk mengenali dan mengalami kuat kuasa Allah dalam setiap peristiwa hidupku? Ataukah aku gampang menutup diriku terhadap kuat kuasa Allah dan puas diri serta mengandalkan kekuatanku sendiri?
Hari ini kita diteguhkan untuk meninggalkan iman palsu, percaya pada Allah yang hidup, dan menjadi pekerja setia di ladang Tuhan. Mari kita membuka hati untuk panggilan Kristus, sehingga hidup kita menjadi saksi kasih dan kebenaran-Nya. Mari membuka diri terhadap kuat kuasa Allah yang ditawarkan kepada kita dalam setiap peristiwa hidup kita.
Tuhan memberkati. RD AMT
Recent Comments