SABTU, PEKAN BIASA XIV, PERINGATAN WAJIB ST. BENEDIKTUS, ABAS
Yes 6:1-8; Mzm 93:1ab.1c-2.5; Mat 10:24-33;
Hari ini Gereja merayakan St. Benediktus, Abas, bapa para rahib Barat yang menekankan hidup doa, kerja, dan ketaatan. Bacaan liturgi menyingkapkan panggilan untuk disucikan oleh Allah, hidup dalam kekudusan, dan berani bersaksi tentang Kristus meski menghadapi tantangan.
“Ini aku, utuslah aku”, demikianlah penegasan sang Nabi. Nabi Yesaya bersedia diutus oleh Allah setelah ia mengalami penglihatan yang sangat dahsyat. Melalui penglihatan tersebut Yesaya menyadari bahwa dirinya adalah orang najis dan tak pantas di hadapan Allah yang Maha Agung, Kudus dan Mulia. Tetapi kesadaran inilah yang mengubah seluruh kehidupan sang nabi. Tindakan Allah membersihkan dan menguduskannya, menjadikan dia layak dan berdaya untuk untuk tugas perutusan.
Dalam tugas perutusan para murid-Nya, Yesus menyadarkan mereka akan perjuangan yang tidak mudah. Namun, para murid tidak perlu takut. Yesus menunjukkan tiga keyakinan yang menjadi landasan kekuatan dan andalan yang harus dimiliki oleh para murid, yaitu bahwa pertama, Allah-lah yang akan menyatakan Kerajaan-Nya. Kedua, karunia hidup dari Allah tidak bisa dibinasakan oleh kekuatan apapun. Ketiga, Allah akan tetap menjadi jaminan dan mendampingi setiap utusan-Nya.
Benediktus meninggalkan kehidupan duniawi dan menjadi seorang pertapa. Ia dikenal sebagai pendiri cara hidup monastik di Eropa Barat. Ia mendirikan sebuah tarekat yang dikenal dengan nama Ordo Benediktin. Aturan hidup membiara Santo Benediktus merupakan aturan hidup membiara pertama di Eropa Barat.
Sejauh mana aku telah menyadari dan mewujudkan tugas perutusanku sebagai orang beriman? Apa yang telah menjadi jaminan perutusanku?
Hari ini kita diteguhkan oleh teladan St. Benediktus yang hidup dalam doa, kerja, dan ketaatan. Mari kita membuka hati untuk disucikan oleh Allah, percaya pada kuasa-Nya, dan berani bersaksi tentang Kristus di tengah dunia. Mari…jangan takut, sebab Tuhan Allah menjadi jaminan dalam setiap tugas perutusan yang telah dipercayakan-Nya kepada kita masing-masing. Mari meneladani iman St. Benediktus, abas!
Tuhan memberkati. RD AMT
Recent Comments