RABU, PEKAN BIASA VIII
1Ptr 1:18-25; Mzm 147:12-13.14-15.19-20; Mrk 10:32-45.
Bacaan hari ini mengajak kita untuk merenungkan kembali panggilan kita sebagai murid Kristus: ditebus bukan dengan barang fana, melainkan dengan darah Kristus yang berharga, dipanggil untuk hidup dalam kasih yang tulus, dan diajak untuk mengikuti Yesus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.
Yesus menyatakan nubuat terakhir tentang penderitaan-Nya. Amat menarik bahwa berhadapan dengan nubuat tersebut dua murid yg begitu dekat dengan Yesus, yaitu Yohanes dan Yakobus justru meminta kedudukan istimewa. Mereka salah mengerti ttg apa yg dikatakan oleh Yesus. Melalui kisah ini, setiap orang beriman disadarkan bahwa cinta diri, sikap yg bukan murid sejati akan tetap merong-rong dan menantang setiap orang beriman. Oleh karena itu, dalam keadaan seperti ini setiap orang beriman diajak untuk mencontoh Yesus: “menjadi yg pertama dan terbesar untuk melayani semua orang”. Untuk itu setiap orang beriman dituntut untuk berani mengorbankan diri. Inilah jalan kemuliaan setiap orang beriman, setiap murid Yesus.
Petrus mengingatkan kita bahwa berkat baptis yg telah kita terima, setiap orang beriman dipanggil untuk meneladani Kristus. Sebagaimana Kristus melalui penderitaan-Nya mendatangkan kesembuhan dan keselamatan bagi kita, kita juga wajib, dengan penderitaan dan pengorbanan kita menyelamatkan orang lain.
Mazmur mengingatkan bahwa Tuhanlah yang meneguhkan umat-Nya, memberi damai, dan memelihara mereka dengan firman-Nya. Hidup dalam kasih dan pelayanan hanya mungkin bila kita bersandar pada kekuatan Allah.
Apakah kita telah mengembangkan pelayanan terhadap sesama ataukah kita hanya menjadi orang yg puas diri saja?
Bacaan hari ini meneguhkan kita bahwa kita telah ditebus dengan darah Kristus yang berharga. Penebusan itu memanggil kita untuk hidup dalam kasih yang tulus dan pelayanan yang rendah hati. Semoga Roh Kudus menuntun kita untuk meneladani Yesus, sehingga hidup kita sungguh menjadi kesaksian yang memuliakan Allah dan membawa damai bagi sesama.
Mari menjadi yg utama dan terbesar dalam pelayanan kepada sesama kita.
Tuhan memberkati.*RD AMT
Recent Comments