SELASA, PEKAN BIASA VIII, PERAYAAN WAJIB ST. FILIPUS NERI,
1Ptr 1:10-16; Mzm 98:1.2-3ab.3c-4; Mrk 10:28-31

Hari ini kita merayakan St. Filipus Neri, seorang imam yang dikenal sebagai “Rasul Roma”, penuh sukacita, rendah hati, dan cinta kasih. Ia mengajarkan bahwa kekudusan bukanlah sesuatu yang suram, melainkan jalan yang penuh sukacita bersama Kristus. Bacaan hari ini menegaskan panggilan kita untuk hidup kudus, bersyukur atas karya Allah, dan berani meninggalkan segala sesuatu demi mengikuti Kristus.
Petrus amat tergoda untuk merasa bahwa ia dan teman-temannya sudah melakukan hal yang terbaik, yaitu meninggalkan segala-galanya seperti tuntutan Yesus dan mengikuti Yesus. Maka, ia merasa memiliki hak untuk mendapatkan balasan yang terbaik juga, yang setimpal dengan itu. Dengan tegas Yesus memberikan jaminan itu. Hanya saja, ukuran dan patokannya bukan seperti cara pikir dan perasaan manusiawi Petrus. Yesus menegaskan, bukan siapa yang terdahulu melainkan bagaimana usaha dan hidup itu sendiri yang diwujudkan secara bermutu dalam cinta kasih.

Melalui warta para nabi, Petrus kemudian menyadari dan mewartakan kepada setiap orang beriman bahwa manusia hanya bisa hidup karena kasih karunia Allah. Oleh karena itu Roh Allah akan terus menerus mendorong setiap orang beriman untuk menyadari dan mewujudkan kasih karunia Allah itu. Roh Allah juga akan membantu setiap orang beriman untuk menyadari kewajiban setiap orang beriman untuk menjadi saksi kasih karunia Allah kepada siapa pun dan di mana pun.

Mazmur mengajak kita bernyanyi bagi Tuhan yang melakukan karya keselamatan. Hidup kudus berarti hidup yang penuh syukur, melihat segala sesuatu sebagai anugerah. St. Filipus Neri mengajarkan bahwa sukacita adalah tanda orang yang bersyukur kepada Allah.
Apakah mutu iman yang telah aku bangun dan akui itu telah menjadi wujud saksi kasih karunia Allah dalam kehidupanku sehari-hari?
St. Filipus Neri mengingatkan kita bahwa kekudusan bukanlah beban, melainkan jalan sukacita bersama Kristus. Bacaan hari ini meneguhkan kita untuk hidup kudus, bersyukur atas karya Allah, dan setia mengikuti Kristus. Semoga Roh Kudus menuntun kita untuk meneladani St. Filipus Neri, sehingga hidup kita sungguh menjadi kesaksian yang memuliakan Allah dan membawa sukacita bagi sesama.
Mari belajar dari Petrus dan St. Filipus Neri untuk membangun mutu iman kita dalam sukacita bersama Kristus untuk mewujudkan kasih karunia Allah yang telah kita terima secara berlimpah-limpah setiap hari hidup kita.
Tuhan memberkati.*RD AMT