MINGGU PASKAH VII, HARI III NOVENA PENTAKOSTA, HARI MINGGU KOMUNIKASI SEDUANIA “
Kis. 1:12-14; Mzm. 27:1,4,7-8a; 1Ptr. 4:13-16; Yoh. 17:1-11a.
Hari Minggu Paskah VII ditetapkan sebagai hari perayaan Minggu Komunikasi Sedunia. Paus Leo XIV dalam pesannya pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 menegaskan bahwa di tengah derasnya arus teknologi dan kecerdasan buatan , kita dipanggil untuk MENJAGA SUARA DAN WAJAH MANUSIA sebagai tanda unik dari Allah. Paus mengingatkan kita bahwa komunikasi bukan sekadar canggih dan mudahnya teknologi, melainkan jalan yang dimbing, dijiwai, dan dikuatkan oleh Roh Kudus menuju kesatuan dengan Allah dan sesama. Intensitas sebuah komunikasi biasanya lahir dari intensitas keakraban antara mereka yang saling berkomunasi.
Pada hari ni kita mendengarkan bagian pertama dari doa Yesus dalam wejangan perpisahan dengan para murid-Nya. Para murid yang mendengarkan doa Yesus tersebut dapat merasakan keakraban yang ada di antara Yesus dengan Yang Mahakuasa yang sudah beberapa lama diperkenalkan-Nya sebagai Bapa-Nya itu. Melalui doa itu, para murid, dan juga setiap orang yang percaya kepada-Nya diajak untuk belajar dari doa itu agar dapat mengakrabi Yang Ilahi itu sendiri, sehingga akan berani juga ikut meyakini dan mengimani serta menyapa Allah sebagai “Bapa”. Dengan demikian, doa Yesus tersebut menandaskan jaminan sekaligus daya persatuan dan persekutuan yang amat erat antara diri-Nya dengan Allah sebagai Bapa-Nya, mempersatukan dan mempersekutukan diri-Nya dengan para murid-Nya, serta para murid-Nya dengan diri-Nya dan Bapa-Nya.
Setelah Yesus naik ke surga, para murid-Nya bersama dengan Maria dan beberapa wanita serta saudara-saudara Yesus bertekun sehati dalam doa. Mereka menantikan janji Yesus, yaitu Roh Kudus. Di dalam kesatuan hati sebagai satu persaudaraan, mereka senantiasa tekun berdoa, membangun komunikasi yang intens, akrab dan intim dengan Yesus sang Guru yang telah pergi kepada Bapa, menantikan pemenuhan janji, yaitu Roh Kudus.
Sebagai murid, Yesus sudah memberitahukan kepada mereka bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya akan mengalami penderitaan pula seperti diri-Nya. Tetapi, berkat daya Roh Kudus, para murid mampu bergembira dan bersukacita walau mereka harus mengalami berbagai penderitaan. Oleh karena itu, setiap murid Yesus harus mempersatukan diri dan penderitaan mereka seutuhnya dalam diri dan penderitaan Yesus sang Guru. Sebab, dengan demikian sebagai murid, setiap orang beriman dapat ikut serta dalam penderitaan Yesus dan memberi kesaksian atas nama-Nya. Dengan jalan itu, sebagai murid, setiap orang beriman ikut bekerja sama membangun persatuan dan persekutuan berkat daya Roh Kudus.
Sebagai murid Yesus, sejauh mana aku telah berusah membangun komunikasi yang erat, akrab, dan intim dalam persatuan dan persekutuan dengan Tuhanku dan sesamaku? Apa wujud konkret yang telah aku usahakan? Sejauh mana aku telah membuka diriku seutuhnya pada daya dan bimbingan Roh Kudus yang membangun persatuan dan persekutuan dalam cinta kasih Allah?
Hari Minggu Komunikasi Sedunia mengingatkan kita bahwa komunikasi bukan sekadar teknologi, melainkan jalan menuju kesatuan dalam Kristus untuk menjaga suara dan wajah manusia. Dengan doa, terang, keberanian, dan kesatuan, kita menjadi saksi yang hidup bahwa Roh Kudus adalah sumber komunikasi sejati dalam mewujudkan kesatuan dengan Allah dan sesama.
Mari berusah membangun komunikasi yang erat, akrab, dan intim dalam persatuan dan persekutuan dengan Tuhan dan sesama kita. Mari membuka diri kita seutuhnya pada daya dan bimbingan Roh Kudus yang membangun persatuan dan persekutuan dalam cinta kasih Allah.
Tuhan memberkati.*RD AMT
Recent Comments