SABTU, PASKAH V
Kis 16:1-10; Mzm 100:1-2.3.5; Yoh 15:18-21.
Sabtu Paskah V mengajak kita merenungkan panggilan dan perutusan Gereja di tengah dunia yang sering menolak dan bahkan melawan Injil.
Relasi yang erat dan intim sebagai sahabat mempunyai konsekuensi yang amat tajam. Persekutuan sebagai murid dalam kesatuan dengan sang Guru menimbulkan kebencian dari dunia yang menutup diri terhadap warta firman yang berasal dari Bapa. Kebencian itu terjadi karena dunia tidak mengenal Bapa yang adalah sumber hidup itu.
Sebagai pewarta, Paulus dan Silas mempunyai rencana dan strategi untuk mewujudkan pewartaan. Namun, mereka sadar betul bahwa pewartaan bukan hanya sekadar rencana dan strategi menausiawi belaka. Pewartaan adalah inisiatif dan rencana Allah. Oleh karena itu, sebagai pewarta mereka harus membuka diri sepenuhnya pada bimbingan Allah dalam Roh Kudus-Nya.
Mazmur hari ini mengajak kita untuk bersorak dan bersukacita di hadapan Tuhan, sebab Dialah Allah yang menciptakan kita dan memelihara kita. Sukacita ini menjadi dasar keberanian untuk melangkah dalam misi, meski menghadapi tantangan.
Apakah aku telah membuka diriku sepenuhnya pada rencana dan kehendak Allah? Sejauh mana Roh Kudus mempunyai tempat dan peranan di dalam rencana dan strategi hidupku?
Sabtu Paskah V mengingatkan kita bahwa misi Gereja lahir dari kasih Kristus dan dikuatkan oleh Roh Kudus. Mari kita hidup sebagai umat yang taat, berani, dan setia, sehingga meski dunia menolak, kita tetap menghadirkan kasih Allah yang menyelamatkan.
Mari membuka diri pada rencana dan kehendak Allah. Mari memberi tempat sepenuhnya pada Roh Kudus di dalam rencana dan straregi hidup kita.
Tuhan memberkati.*RD AMT
Recent Comments