RABU PASAKAH IV, PERINGATAN WAJIB ST. KATARINA DARI SIENA, PERAWAN DAN PUJANGGA GEREJA
Kis. 12:24-13:5a; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Yoh. 12:44-50
Hari ini Gereja merayakan St. Katarina dari Siena, seorang perempuan sederhana yang dengan keberanian dan cintanya kepada Kristus mampu mengguncang dunia. Ia bukan imam, bukan uskup, bukan pejabat Gereja, tetapi seorang awam yang hidup dalam doa, pelayanan, dan keberanian profetis. Dari mulutnya keluar kata-kata penuh api Roh Kudus yang meneguhkan Gereja di masa krisis. Kehidupannya menjadi saksi bahwa Firman Allah yang diterima dengan hati murni akan bertumbuh dan menghasilkan buah yang mengubah dunia.
Kepada orang-orang Farisi yang percaya kepada-Nya, Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Terang yang telah datang kepada dunia. Ia datang ke dunia supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak tinggal dalam kegelapan. Sebagai terang, Ia telah datang dari Allah sang Terang dunia. Oleh karena itu, barangsiapa percaya kepada-Nya, ia percaya kepada Bapa. Sebaliknya, barangsiapa menolak Yesus, menolak Bapa.
Sejak awal, Gereja menyadari dirinya sebagai utusan. Barnabas dan Saulus dikhususkan untuk perutusan itu kepada bangsa-bangsa. Namun setiap utusan disadarkan bahwa perutusan itu hanya akan terjadi kalau ada panggilan dari Tuhan itu sendiri. Panggilan dan perutusan itu sendiri harus didukung dengan puasa, serta doa sebagai persiapan.
St. Katarina tidak mengenyam pendidikan sekolah dan ia tidak pandai menulis. Ketrampilan membaca sangat sedikit. Namun hal itu tidak menjadi penghalang baginya untuk mengabdi Allah. Sejak mengalami pengalami penglihatan yang ajaib, ia selalu menyendiri untuk berdoa. Kekuatan doa itulah yang membarui hidupnya. Ia bahkan mampu mengubah orang lain. Ia mampu mendamaikan Paus, raja-raja, dll menjadi manusia baru. Ia kemudian digerari sebagai Pujangga Gereja.
Sejauh mana aku telah meyakini dan mengimani bahwa Yesus itu adalah terang hidupku? Apakah sebagai orang beriman aku telah menyadari diriku adalah utusan Allah pada zaman ini? Sejauh mana puasa dan doa telah menjadi persiapan perutusanku setiap saat?
Pada Rabu Paskah IV ini kita diajak untuk meneladani St. Katarina dari Siena: sederhana, berani, dan penuh cinta. Firman Allah bertumbuh bila kita membiarkannya berakar dalam hati. Terang Kristus akan memancar bila kita berani hidup dalam kebenaran. Semoga kita pun menjadi saksi yang menyalakan dunia dengan kasih dan kebenaran Kristus.
Mari bersama St. Katarina mengimani bahwa Yesus adalah terang hidup kita. Mari menyadari diri sebagai utusan Tuhan di zaman ini. Mari membangun puasa dan doa sebagai persiapan setiap tugas perutusan kita.
Tuhan memberkati.*RD AMT
Recent Comments