SENIN PASKAH IV “Kis. 11:1-18; Mzm. 42:2-3; 43:3,4; Yoh. 10:11-18.

Bacaan hari ini menegaskan bahwa karya keselamatan Kristus tidak terbatas pada satu kelompok atau bangsa. Allah membuka pintu keselamatan bagi semua orang. Kristus sebagai Gembala Baik bukan hanya menjaga kawanan-Nya, tetapi juga memanggil domba-domba lain untuk masuk dalam satu kawanan, satu gembala.
Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Gembala Baik yang dikasihi oleh Bapa-Nya. Hal ini terjadi karena Ia mau menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Penyerahan nyawa ini merupakan tindakan pengurbanan diri yang total. Pengurbanan nyawa ini adalah tindakan khas Yesus sebagai Gembala yang baik. Sebagai Gebala yang baik Ia adalah jaminan kepastian bagi setiap domba-Nya.

Para murid walau sudah mengalami daya kebangkitan yang membuka cakrawala hidup baru, belum sepenuhnya memahami rencana dan karya keselamatan Allah. Mereka masih terkurung oleh cara pikir lama. Keselamatan Allah masih dikurung dalam kotak-kotak yang membatasi. Pengalaman Petrus membuka cakrawala iman yang baru. Allah mengaruniakan keselamatan bagi semua orang.

Apakah aku telah mengimani secara sungguh bahwa Yesus adalah Gembala yang baik bagiku? Apakah aku telah memasrahkan diriku sepenuhnya pada penggembalaan-Nya? Sebagai murid Kristus, beranikah aku menjadi sarana, jalan untuk mengantar orang lain kepada Allah sumber dan jaminan kepastian hidup?
Yesus berkata: “Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku” (Yoh. 10:15). Kristus Gembala Baik memanggil kita untuk hidup dalam kasih yang melampaui batas. Mari kita dengarkan suara-Nya, ikuti panggilan-Nya, dan menjadi saksi kasih yang merangkul semua orang.
Mari berserah diri sepenuhnya kepada Yesus, Sang Gembala baik. Mari menjadikan diri kita sebagai sarana dan jalan keselamatan bagi orang lain untuk menemukan jaminan dan kepastian hidup yaitu Allah.
Tuhan memberkati.*RD AMT