Dalam renungan pukul sepuluh, imam berbicara tentang kerahiman ilahi dan tentang kebaikan Allah kepada kita. Ia berkata bahwa kalau kita menyusuri sejarah umat manusia, kita dapat melihat kebaikan besar Allah pada setiap tahap.
Semua sifat Allah, seperti maha kuasa, dan bijaksana, dimaksudkan untuk menyatakan kepada kita sifat-sifat Allah yang paling agung, yakni kebaikan-Nya. Kebaikan Allah adalah sifat Allah yang paling besar. Tetapi, banyak jiwa yang berusaha mengejar kesempurnaan tidak menyadari kebaikan Allah yang besar itu.
Segala sesuatu yang dikatakan imam selama renungan tentang kebaikan Allah, tepat seperti yang telah dikatakan Yesus kepadaku mengenai Pesta Kerahiman. Kini, aku sungguh memahami dengan jelas apa yang telah dijanjikan Tuhan kepadaku, dan aku tidak lagi ragu-ragu sedikit pun. Bahasa Allah sungguh jelas dan mudah diahami. ( BHF 458)
Allah mahabaik… sungguh baik… amat sangat baik. Kebaikan-Nya nyata bagiku dan bagi segenap dunia. Kebaikan-Nya merupakan kasih karunia dan kerahiman-Nya yang tak pernah habis.Apa yang kurenungkan dari kebaikan Allah? Aku melihat bahwa kebaikan Allah sungguh nyata dan hidup dalam seluruh perjalanan hidup manusia, juga dalam hidupku. Sejak awal mula, dunia diciptakan dalam kebaikan, dan dalam setiap tahap kehidupan, Allah terus menyatakan kebaikan-Nya tanpa henti.
Faustina mengalami kebaikan Tuhan yang istimewa. Aku juga mengalami kasih dan kebaikan-Nya yang tidak kurang dari Faustina. Aku diundang untuk selalu bersyukur atas kasih dan kebaikan Tuhan yang kekal, abadi, dan selamanya. Namun, aku juga harus jujur bahwa sering kali aku tidak menyadari, bahkan mengabaikan kebaikan Allah itu. Kalaupun aku menyadarinya, tidak selalu aku sungguh hidup untuk mewartakan kasih dan kebaikan-Nya. Aku lebih mudah menikmati kebaikan itu untuk diriku sendiri, tetapi tidak selalu siap membagikannya kepada sesama. Padahal, jika Allah mahabaik dan aku menerima kebaikan-Nya setiap hari, maka sesungguhnya aku dipanggil untuk menjadi duta kebaikan itu sendiri. Kebaikan Allah yang aku alami tidak boleh berhenti pada diriku, tetapi harus mengalir keluar, menyentuh, menguatkan, dan menghidupkan orang lain.
Aku pun menyadari bahwa dunia yang sejak awal diciptakan baik, akan tetap menjadi baik jika aku mengambil bagian dalam menghadirkan kebaikan itu. Setiap tindakan kecil yang lahir dari kasih, setiap perhatian sederhana, setiap sikap tulus—semuanya dapat menjadi wujud nyata kehadiran kebaikan Allah dalam hidupku dan melalui diriku. Maka, bagiku, bukan hanya menyadari bahwa Allah itu baik, tetapi belajar menghadirkan kebaikan itu dalam hidup sehari-hari. Supaya aku sendiri semakin menjadi insan yang penuh kebaikan, dan melalui hidupku, kebaikan Allah semakin nyata di dunia. Rasanya, inilah yg dihidupi Faustina dan diwariskannya kepada kita semua. Sungguh besar kasih dan kebaikanMU ya Allahku. Aku memuji, memuliakan, bersyukur dan menyembahMu ya Allahki yang maha baik. Yesus, Engkaulah andalanku.
Recent Comments