SELASA PRAPASKAH IV
Yeh. 47:1-9,12; Mzm. 46:2-3,5-6,8-9; Yoh. 5:1-16
Bacaan hari ini menghadirkan simbol yang kuat: air. Air yang mengalir dari Bait Allah dalam nubuat Yehezkiel, air yang melambangkan kehadiran Allah yang memberi hidup, dan air kolam Betesda dalam Injil Yohanes yang menjadi tempat harapan bagi orang sakit. Air menjadi tanda pemulihan, kehidupan baru, dan kasih Allah yang menyembuhkan.
Bagi orang Israel, Kenisah adalah tanda kehadiran Allah di tengah-tengah mereka. Kehadiran Allah menjadi jaminan kehidupan mereka. Yehezkiel menggambarkan sebuah kesadaran yang lebih luas. Kehadiran Allah itu membarikan daya yang melimpah-limpah dan menyebar ke mana-mana. Air yang mengalir dari bait Allah dan menyebar ke segala arah adalah daya yang memberi kehidupan yang berlimpah.
Kisah penyembuhan orang sakit yang telah menderita tiga puluh delapan tahun lamanya itu adalah tanda nyata kehidupan yang dianugerahkan oleh Allah dalam diri Yesus. Pada diri Yesus setiap orang dapat menimba daya hidup yang senantiasa mengalir berlimpah ruah dari kerahiman-Nya.
Apakah aku seperti si lumpuh mau membuka diri kepada daya kehidupan yang berasal dari Yesus? Ataukah aku tetap terkurung pada cacat diriku saja?
Bacaan hari ini menegaskan bahwa Allah adalah sumber air kehidupan yang menyembuhkan dan memberi harapan. Mari kita membuka hati agar rahmat-Nya mengalir dalam hidup kita, sehingga kita pun menjadi saksi nyata bahwa Kristus adalah air kehidupan yang sejati.
Mari membuka diri, membina sikap tobat yang semakin sejati untuk menimba daya kehidupan Allah yang Maharahim. Mari menyebarluaskan kehidupan itu secara berlimpah ruah kepada semua orang.
Tuhan memberkati.*RD AMT
Recent Comments