RABU PEKAN BIASA X
1Raj 18:20-39; Mzm 16:1-2a.4.5.8.11; Mat 5:17-19

Liturgi hari ini menampilkan kisah dramatis tentang Elia yang menantang nabi-nabi Baal, mazmur yang menegaskan kepercayaan pada Allah yang hidup, dan sabda Yesus yang menegaskan bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan hukum, melainkan untuk menggenapinya. Bacaan ini mengajak kita untuk menaruh iman hanya pada Allah yang hidup dan setia, serta menghidupi firman-Nya dengan sungguh-sungguh.

Kisah yang menyajikan kontras antara kekuatan Allah dan bukan Allah menarik untuk didalami. Konfrontasi ini terjadi di gunung Karmel. Elia seorang diri harus berhadapan dengan 850 nabi Baal. Allah menyatakan kehadirannya yang penuh kuasa dan kekuatan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa iman akan akan Allah jauh lebih kuat daripada kepercayaan kepada Baal. Iman ini pantas dipertahankan sedangkan berhala-berhala yang ada pantas disingkirkan dari hidup orang beriman.

Peranan Yesus mendapat sorotan dalam khotbah di bukit ini. Perjanjian Lama dilihat dalam referensi kepada Yesus, sebab kedatangan Yesus adalah untuk mewahyukan makna sesungguhnya dari Perjanjian Lama. Oleh karena itu, para murid-Nya dituntut untuk mengatasi para ahli kitab dan orang Farisi dalam mencari kebenaran. Jika tidak, mereka tidak masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Apakah hidupku sudah dijiwai oleh iman yang teguh kepada Allah? Apakah hidupku sudah merupakan pemenuhan dan perwujudan Injil Yesus Kristus?
Hari ini kita diajak untuk menaruh iman hanya pada Allah yang hidup, bersyukur karena Ia adalah bagian hidup kita, dan menghidupi firman-Nya dengan setia. Seperti Elia yang berani bersaksi, kita pun dipanggil untuk menjadi saksi iman di tengah dunia yang sering tergoda oleh “berhala modern.”
Mari mencontoh Nabi Elia untuk membangun kesetiaan iman kepada Allah sumber hidup kita.
Tuhan memberkati.*RD AMT