JUMAT, PEKAN BIASA XVI “
Yer 3:14-17; MT Yer. 31:10.11-12ab.13; Mat 13:18-23.
Liturgi hari ini menyingkapkan Allah yang berbelas kasih, mengumpulkan umat-Nya yang tercerai-berai, dan Yesus yang menegaskan bahwa Firman Allah hanya berbuah dalam hati yang terbuka. Bacaan ini mengajak kita untuk percaya pada kasih Allah yang memulihkan, serta membuka hati agar Firman bertumbuh dan menghasilkan buah.
Ketika Yerusalem dihancurkan tabut perjanjian juga ikut dihancurkan akibatnya umat juga kehilangan pusat peribadatan. Pada saat seperti itu Yeremia tampil mengajak umat untuk menyadari dan mengakui kesalahan serta kembali kepada Allah tidak secara lahiriah, tetapi secara batiniah. Ibadah dan hidup mereka harus sesuai dengan semangat baru, sebab Allah tidak tinggal lagi dalam kenisah tetapi dalam hati setiap orang.
Kepada murid-murid-Nya, Yesus menguraikan makna perumpamaan tentang benih yang ditaburkan. Melalui uraian itu, Yesus menjelaskan syarat-syarat agar Allah Sang Pemimpin itu dapat tinggal di dalam hati setiap orang dan daya rahmat-Nya berbuah melimpah di dalam dan dari hati setiap orang. Hati manusia adalah lahan yang harus disediakan, diolah, dan dikelola dengan cara: mengerti, berakar, dan tidak terhimpit oleh kekuatiran-kekuatiran duniawi, sehingga dapat menghasilkan buah-buah berlimpah.
Apakah hatiku telah menjadi lahan yang layak untuk menjadi tempat tinggal Allahku, tempat tumbuhnya benih-benih baik yang berasal dari Allah? Aapakah aku telah menyediakan, mengolah, dan mengelola hatiku sehingga benih baik dari Allah dapat tumbuh dan berbuah berlimpah?
Hari ini kita diteguhkan bahwa Allah memanggil dan mengumpulkan umat-Nya, membebaskan dari dukacita, dan Firman-Nya bertumbuh dalam hati yang baik. Mari kita hidup sebagai umat yang setia, penuh sukacita, dan menghasilkan buah kasih dalam kehidupan sehari-hari. Mari menyediakan, mengolah, dan mengelola hati kita sehingga Allah benih baik itu dapat tumbuh dan menghasilkan buah berlimpah dari dalam hati kita.
Tuhan memberkati. RD AMT
Recent Comments