PESTA ST. YAKOBUS, RASUL “
2Kor. 4:7-15; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Mat. 20:20-28.

Hari ini Gereja merayakan St. Yakobus, Rasul, salah satu murid terdekat Yesus. Ia menjadi saksi iman yang berani, bahkan sampai menyerahkan nyawanya demi Kristus. Bacaan liturgi menyingkapkan panggilan untuk melayani dengan rendah hati, bersaksi dalam pengorbanan, dan percaya bahwa kuasa Allah bekerja melalui kelemahan kita.

Yakobus adalah Rasul Yesus. Ia disebut Yakobus tua, untuk membedakannya dengan rasul lain, yaitu Yakobus yang lebih muda. Bersama dengan Petrus dan Yohanes adiknya, mereka merupakan Trio Rasul inti. Ketiga Rasul ini hadir pada saat-saat istimewa dalam karya Yesus misalnya, transfigurasi Yesus di gunung Tabor dan peristiwa sakaratul maut yang dialami Yesus di taman Getesemani/zaitun.

Paulus menegaskan bahwa kita membawa harta iman dalam “bejana tanah liat,” agar nyata bahwa kuasa itu berasal dari Allah, bukan dari kita. Setiap orang diajak untuk menyadari bahwa kesaksian iman bukan karena kekuatan manusia, melainkan karena kuasa Allah yang bekerja dalam kelemahan kita.
Mazmur menegaskan sukacita umat yang dipulihkan Allah: “Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan sorak-sorai.” Setiap orang diajak untuk percaya bahwa pengorbanan dan air mata iman akan menghasilkan sukacita dan berkat yang berlimpah.

Kepada Yesus, ibu Yakobus dan Yohanes meminta supaya keduanya memperoleh kedudukan terhormat dalam kerajaan Kristus. Terhadap permintaan itu, Yesus menantang mereka yaitu “apakah mereka sanggup meminum pialah penderitaannya?” Mereka menyatakan kesanggupan untuk meminum piala itu. Kesanggupan itu diwujudkan oleh Yakobus dalam kematiannya sebagai Martir pertama di antara para rasul. Atas perintah Herodes Agripa I, ia dipancung pada tahun 43/44.

Apa saja pengalaman istimewa yang aku miliki dalam kehidupan imanku? Sejauh mana pengalaman istimewa itu telah menggerakkan hidup imanku, untuk bersaksi tentang Kristus?
Hari ini kita diteguhkan oleh teladan St. Yakobus, Rasul, yang setia sampai akhir. Mari kita hidup sebagai umat yang rendah hati, melayani dengan kasih, dan berani bersaksi dalam pengorbanan demi Kristus. Mari meneladani Santo Yakobus Rasul mewujudkan hidup iman kita dalam setiap peristiwa hidup kita. Tuhan memberkati. RD AMT