Aku ingat semua berkat dan rahmat
Hari ini tgl 27 Mei 1933, aku berangkat ke Vilnius. Ketika aku keluar dari rumah, aku memandang seluruh kebun dan biara, dan ketika aku melemparkan pandangan ke novisiat, air mataku tiba-tiba meleleh di pipiku. Aku ingat akan semua berkat dan rahmat yang diberikan oleh Tuhan kepadaku. Kemudian tiba-tiba dan dengan tak terduga, aku melihat Tuhan di sepetak bunga dan Ia berkata, “Jangan menangis, Aku selalu menyertaimu!” Kehadiran Allah yang meliputi aku seperti dikatakan Yesus, menyertai aku sepanjang perjalanan. (BHF 259)
Aku ingat semua berkat dan rahmat. Aku ingat akan semua berkat dan rahmat yang diberikan oleh Tuhan kepadaku. Wah, luar biasa kisah Faustina yang langsung membuat saya ingat syair lagu ini, yang biasa dinyanyikan dalam peringatan perayaan pesta perak membiara,dll. Syairnya seperti ini : ” Kenangkan kisah kasih Tuhan dalam seluruh sejarah hidupmu. Pernahkah Tuhan tidak setia, membimbing seluruh hidupmu? Reff : Agungkanlah Bapa maha kuasa; syukur bagi penebus dunia; karena Tuhan setia selalu; abadi kasih setia-Nya.
Membaca kisah Faustina hatiku langsung ikut bernyanyi lagu kenangkan yang berarti ingatlah kasih karunia Tuhan. Aku juga jadi ingat Sabda Yesus dalam perjamuan malam terakhir, yang selalu kita rayakan dalam.Ekaristi setiap hari dalam peristiwa Konsekrasi “lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku. “Yang di dalamnya Tuhan Yesus menghendaki untuk tidak sekedar “mengingat sesaat” namun, mengenang-Nya dengan melakukan apa yang dilakukan dan diwariskan-Nya.
Merenung Faustina yang mengingat semua berkat dan rahmat Tuhan, saya tiba-tiba merasa terkejut sendiri, bahwa ternyata Sekolah Kehidupan Rohani ini juga merupakan saat khusus untuk mengingat semua berkat dan rahmat yang diterima dari kemurahan hati Bapa yang maha rahim, bagi setiap devosan Kerahiman Ilahi.Sebab, dengan membaca, merenung BHF dan diperkaya dengan renungan semua anggota SKR sungguh menampilkan “kenangan akan kasih kerahiman Tuhan” yang pada akhirnya mendorong untuk selalu bersyukur dan menyebarkan karya kerahiman Ilahi.
Sangat baik untuk selalu mengingat sejenak semua berkat dan rahmat Tuhan. Kalau dalam tradisi hidup membiara melalui renungan pemeriksaan batin, examen, yang tidak sekedar melihat dan menemukan dosa-dosa, tetapi terutama menemukan kembali segala rahmat dna berkat Tuhan. Jika sungguh -sungguh diingat, memang bisa menimbulkan rasa haru, air mata bisa menetes. Betapa besar kasih Tuhan untuk kita.
Mengingat kasih karunia, rahmat dan berkat Tuhan, bagiku juga sangat bagus dan berharga, untuk menampilkan ke permukaan kesadaran bahwa ternyata selama ini, seberat apa pun kesulitan hidup dan kesukaran sehari-hari, semua sudah berlalu dan ternyata Tuhan memiliki peran besar di dalamnya. Juga dengan mengingat, mengenang rahmat dan berkat Tuhan, untuk menopang keyakinan dan mendorong keberanianku untuk terus melangkah maju. Yakin dengan penuh keberanian iman, bahwa jika kemarin, tahun lalu, dulu, atau dalam pengalaman sebelumnya Allah telah selalu menolong dan menyertaiku, SAAT INI, BESOK, LUSA, TAHUN DEPAN DAN KAPAN PUN, TUHAN JUGA PASTI AKAN SELALU MENYERTAI DAN MENOLONGKU.
Mengingat, mengenang segala rahmat dan berkat Tuhan ternyata begitu berfaedah karena membawa banyak berkat, membuat kita menjadi pribadi yang penuh syukur, pribadi yang sadar akan penyertaan Tuhan, pribadi yang belajar rendah hati bahwa akhirnya kita mesti selalu mengakui, bahwa dalam segalanya TUHAN saja yang berperan dan berkarya dengan sangat luar biasa untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi-Nya. Yesus Kau andalanku.*hm
Recent Comments