JUMAT PRAPASKAH V
Yer. 20:10-13; Mzm. 18:2-3a,3bc-4,5-6,7; Yoh. 10:31-42
Bacaan hari ini menyingkapkan dinamika iman yang mendalam: nabi Yeremia yang dikepung oleh ancaman, pemazmur yang berseru kepada Allah sebagai gunung batu dan benteng, serta Yesus yang menerima penolakan dan ancaman, namun tetap menegaskan kesatuan-Nya dengan Bapa. Dinamika iman ini mendorong kita untuk berpikir bahwa Allah adalah pelindung yang setia, dan Yesus sebagai Sabda yang menyelamatkan.
Nabi Yeremia mengalami kegelisahan yang sangat mendalam. Ia ditinggalkan sendirian, bahkan oleh sahabat-sahabatnya. Mereka bahkan mengintai dan merencanakan hal jahat padanya. Namun, Yeremia tidak putus asa. Ia tetap teguh pada keyakinannya bahwa Tuhan akan tetap mendampinginya seperti pahlawan yang gagah.
Pertentangan antara orang-orang Yahudi dengan Yesus semakin tajam. Pada situasi seperti itu, Yesus semakin berterus terang dan mendesak mereka untuk menentukan pilihan: mengimani-Nya sebagai utusan Bapa dan sebagai Putera Allah atau menolak dan membunuh Dia.
Sejauh mana aku telah membangun sikap teguh dan setia pada keyakinan akan pendampingan Tuhan dalam setiap peristiwa seumur hidup?
Allah adalah benteng dan perlindungan kita. Yesus adalah Sabda yang menyelamatkan, meski ditolak dan diancam. Mari kita menaruh iman pada Allah yang setia, dan berani bersumpah tentang Kristus di dunia tengah.
Mari memohon rahmat Tuhan agar kita semakin teguh dan setia pada keyakinan iman kita akan menemani Tuhan dalam setiap peristiwa hidup kita…apa pun itu! Mari belajar dan menimba keteguhan iman Yeremia.
Tuhan membantu.*RD AMT
Recent Comments