SENIN PRAPASKAH IV
Yes. 65:17-21; Mzm. 30:2,4,5-6,11-12a,13b; Yoh. 4:43-54.

Bacaan hari ini menyingkapkan harapan besar: Allah yang kita imani adalah Allah yang menciptakan hal-hal baru, yang mengubah dukacita menjadi sukacita, dan yang menyembuhkan serta memulihkan hidup kita. Tema ini sangat relevan bagi kita yang sering merasa terjebak dalam rutinitas, kegagalan, atau penderitaan.

Terhadap umat Israel yang kecewa menghadapi kenyataan pahit setelah pembuangan – tidak seperti yang mereka bayangkan – nabi Yeremia dengan tegas menubuatkan terciptanya langit dan bumi yang baru. Akan ada sukacita. Langit dan bumi baru itu adalah wujud kerajaan Mesias, di mana kesedihan dan penderitaan akan berubah menjadi sukacita.

Kepada seorang pegawai istana yang meminta supaya anaknya disembuhkan, Yesus menuntut kepercayaan. Karena Sabda Yesus dan kepercayaan pegawai istana itu, maka anaknya disembuhkan. Pada diri Yesus pemenuhan nubuat nabi Yesaya tergenapi dan kerajaan Mesias terwujud.

Sebagai orang beriman, apakah aku juga memiliki iman kepercayaan seperti pegawai istana itu? Bagaimana iman kepercayaan itu telah menjadi daya yang mendorong dan menumbuhkan sukacita untuk membangun sikap tobat dalam diriku?
Bacaan hari ini menegaskan: Allah menciptakan yang baru, mengubah dukacita menjadi sukacita, dan menyembuhkan dengan sabda-Nya. Mari kita hidup sebagai umat yang percaya, bersyukur, dan terbuka pada pembaruan Allah, sehingga dunia melihat bahwa Kristus sungguh hidup dan bekerja dalam diri kita.
Mari, seperti pegawai istana itu, kita membangun iman kepercayaan kita. Sebab, dalam kepercayaan itu kita mampu mengalami daya Kerajaan Mesias yang hadir. Ia menjadi daya hidup iman kita.
Tuhan memberkati.*RD AMT