MINGGU BIASA XVI
Kej. 18:1-10a; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Kol. 1:24-28; Luk. 10:38-42
Janji kelahiran anak kembali dinyatakan kepada Sara. Terhadap janji itu, Sara masih terkurung dalam pola pokir dan perhitungan manusia, yaitu bahwa ia dan Abraham sudah tua. Namun Tuhan menuntun mereka pada kepastian janji itu. Pada tuntunan Tuhan itu, keterbukaan menjadi syarat mutlak. Keramahan Abraham dan Sara terhadap orang asing yang datang kepada mereka menjadi tanda bahwa mereka sangat terbuka pada karunia dan rahmat Allah.
Kisah sederhana tentang kunjungan Yesus ke rumah Marta dan Maria menegaskan nilai iman yang penting. Marta dan Maria adalah dua sosok beriman yang menunjukkan kasih dan perhatian yang beragam. Marta adalah sosok yang memperhatikan apa yang harus disajikan untuk menghormati tamu. Sedangkan, Maria adalah sosok yang memperhatikan tamu dengan cara mendengarkan. Kedua sosok ini bukan untuk diperdebatkan dan dipertentangkan satu sama lain. Keduanya menunjukkan prioritas pilihan sikap dan tindakan untuk memilih yang terbaik, yang terutama dalam sikap dan tindakan yang beragam.
Setiap pewarta Sabda Tuhan harus berhadapan dengan berbagai risiko pewartaan. Mereka akan terus mengalami penderitaan dalam daging yang dulu pernah dialami oleh Kristus sebelum kebangkitan. Penderitaan itu tidak berakhir dengan kematian-Nya maka dapatlah dikatakan bahwa para pelayan-Nya melengkapi apa saja yang kurang dalam penderitaan Kristus. Seperti Kristus demikian juga penderitaan para pelayan adalah demi tubuh-Nya, yaitu Jemaat. Penderitaan dalam pewartaan yang diterima dengan landasan iman tersebut menampilkan nilai yang amat luhur, yaitu persatuan dalam kasih dan masuk dalam kekayaan rahmat Allah bagi setiap orang beriman.
Sejauh mana aku telah membuka diriku terhadap janji Allah bagi hidupku? Apakah aku telah berani memilih yang terbaik dalam tindakan imanku? Bagaimana sikapku berhadapan dengan segala risiko penderitaan dalam tugas pewartaan sebagai orang beriman?
Mari membuka diri seutuhnya bagi janji kasih karunia Allah. Mari berani memilih yang terbaik bagi hidup iman kita.
Tuhan memberkati. *RD AMT
Recent Comments