SABTU, OKTAF PASKAH, HARI SABTU IMAM
Kis 4:13-21; Mzm 118:1,14-15,16ab-18.19-21; Mrk 16:9-15.

Kebangkitan Yesus memberikan daya kepada setiap orang yang mengimani-Nya untuk menjadi saksi kebenaran kebangkitan tersebut. Namun, hal itu tidak terjadi secara otomatis. Orang yang mengimani Yesus pun sering kali mengalami kebimbangan, kecemasan, bahkan ketakutan. Hal ini terjadi karena iman yang belum utuh. Iman sering kali dikalahkan oleh apa yang nampaknya lebih nyata, lebih menarik, dan lebih menyakinkan serta menguntungkan saat ini. Tetapi, bila tiba saatnya, setiap orang beriman harus menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan…menjadi saksi kebangkitan-Nya!

Petrus dan Yohanes dikenal oleh para pemimpin Yahudi, tua-tua umat, serta ahli-ahli Taurat sebagai orang yang biasa yang tidak terpelajar. Tetapi mereka dengan berani menjadi saksi kebangkitan, mereka bersaksi tentang apa yang mereka dengar, apa yang mereka lihat. Lebih lagi, mereka bersaksi tentang apa yang mereka kenal dan jumpai dalam diri Yesus. Mereka telah benar-benar menjadi terpesona oleh Yesus. Keterpesonaan itu membuat mereka tidak dapat berdiam diri lagi. Mereka menjadi saksi kehidupan iman. Iman menjadi tampak dalam hidup dan tindakan mereka!

Apakah aku telah berani menjadi saksi kebangkitan Tuhanku? Apa saja yang menghalangi aku untuk menjadi saksi kebangkitan Tuhanku itu?
Mari menimba keberanian iman dari Petrus dan Yohanes untuk menjadi saksi kebangkitan Yesus di dalam hidup dan tindakan kita.
Tuhan memberkati. * RD AMT