KAMIS, PEKAN BIASA VII
Sir. 5:1-8; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Mrk. 9:41-50
Allah yang kita imani adalah Allah yang maharahim. Ia selalu berbelas kasih kepada setiap orang. Namun kerahiman dan belas kasih Allah itu tidak lalu membuat manusia terlena dalam dosa dan kesalahan. Belas kasih dan kerahiman Allah justru seharusnya menjadi daya yang mendorong dan menuntun serta menuntut setiap orang untuk belajar dari pada-Nya, mewujudkan pertobatan terus menerus. Sebab dengan cara itu manusia semakin mampu hidup dalam daya belas kasih dan kerahiman Allah.
Kepada para murid-Nya Yesus mengingatkan bahaya menyebabkan sandungan bagi orang lain. Oleh karena itu para murid dituntut untuk berhati-hati agar tidak memberikan contoh yang buruk terhadap siapapun. Maka para murid harus dibersihkan, digarami sehingga mereka memiliki semangat Injil dalam dirinya. Mereka harus mencabut segala akar kejahatan dan ambisi, iri hati, dan sandungan dari dalam diri.
Sejauh mana kerahiman dan belas kasih Allah telah menjadi daya bagiku untuk menata hidupku? Apa saja akar kejahatan dan ambisi dari dalam diriku?
Mari mewujudkan kerahiman dan belas kasih Allah sehingga menjadi daya bagi diri kita untuk menata hidup kita. Mari mencabut segala akar kejahatan dan ambisi dari dalam diri kita.
Tuhan memberkati. *RD AMT
Recent Comments