SENIN, PEKAN BIASA XVIII, PERINGATAN WAJIB ST. YOHANES MARIA VIANNEY
Bil. 11:4b-15; Mzm. 81:12-13,14-15,16-17; Mat. 14:13-21

Berhadapan dengan manna yang mereka makan setiap hari, orang Israel merasa bosan dan mengeluh. Mereka mengingat-ingat kembali ketika mereka masih berada di mesir. Mereka bisa menikmati berbagai makanan, walau mereka diperbudak. Berhadapan dengan keluhan itu Musa menjadi jengkel dan putus asa. Musa bukannya meminta pertolongan kepada Allah yang menuntun Israel, ia malah menunjukkan penyesalan dirinya karena posisi atau tanggung jawab yang diembankan Allah kepadanya.

Ketika hari menjelang malam para murid mulai kuatir bagaimana harus memberi makan kepada orang banyak yang mengikuti Yesus. Terhadap kekuatiran mereka itu, Yesus malah menuntut mereka untuk memberi makan kepada orang banyak. Untuk membenarkan diri, para murid memberikan alasan bahwa pada mereka hanya ada lima roti dan dua ikan. Oleh karena itu, mereka merasa sangat terbatas dan bahkan berkekurangan: “Bagaimana mereka bisa memberi orang banyak makan?”
Melalui tindakan mempergandakan roti dan ikan yang ada, Yesus mengingatkan para murid-Nya untuk mengandalkan kuasa dan kekuatan belas kasih Allah. Bila orang berani mengandalkan kuasa dan kekuatan belas kasih Allah dan berani berbagi kehidupan, maka ia juga akan menemukan kelimpahan kehidupan!

Santo Yohanes Maria Vianney adalah contoh dan model kesetiaan dan keyakinan akan panggilan dan perutusan bagi setiap orang beriman. Ia yang dianggap lemah dan bodoh itu telah menyatakan daya Allah yang luar biasa dalam kesetiaan dan keyakinan. Ia akhirnya diangkat oleh Gereja menjadi pelindung surgawi bagi para Pastor Paroki.
Apakah aku telah sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan dalam hidupku? Sejauh mana aku telah rela berbagi kehidupan dengan sesamaku, walau aku sendiri berkekurangan?
Mari bersama Santo Yohanes Maria Vianney sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan dalam hidup kita. Mari membangun sikap rela berbagi kehidupan dengan sesama kita, walau kita sendiri berkekurangan. Tuhan adalah jaminan dan kelimpahan hidup kita!
Tuhan memberkati.*RD AMT