Ketika kami masuk kembali ke kapel, saya mendengar kata-kata ini dalam jiwaku: Katakan pada uskup apa yang telah kamu lihat di dalam kapel ini. Pada saat itu Uskup tersebut datang dan bertanya apakah kami ingin menyampaikan sesuatu lagi. Akan tetapi, walaupun saya diperintahkan untuk menceritakan pada uskup itu, saya tak dapat melakukannya karena saya ditemani salah satu biarawati kami.
Satu kata (nasihat) lagi dari Pengakuan Suci: “Mohon kerahiman bagi dunia adalah gagasan yang agung dan indah. Perbanyak berdoa, Suster, berdoalah mohon kerahiman bagi orang-orang berdosa, namun lakukanlah dalam biaramu sendiri.” (BHF 473b)
“Mohon kerahiman bagi dunia adalah gagasan yang agung dan indah. Perbanyak berdoa, Suster, berdoalah mohon kerahiman bagi orang-orang berdosa, namun lakukanlah dalam biaramu sendiri.”
Kalimat ini menegaskan bahwa misi Kerahiman Ilahi bersifat universal. Doa yang dipanjatkan tidak hanya untuk diri sendiri atau komunitas tertentu, tetapi bagi seluruh dunia, terutama bagi mereka yang jauh dari Tuhan. Betapa agung panggilan ini—menjadi perantara kerahiman Allah bagi banyak jiwa melalui doa yang setia dan penuh kasih.
“Lakukanlah dalam biaramu sendiri.” Aku diingatkan kembali bahwa untuk mengambil bagian dalam karya besar Allah, aku tidak selalu perlu pergi jauh atau melakukan hal-hal yang luar biasa secara lahiriah. Justru, kesetiaan,ketekunan, pada panggilan hidup yang telah dipercayakan kepadaku merupakan jalan utama untuk ambil bagian dalam misi keselamatan-Nya. Melakukan rutinitas sederhana dengan cinta yang besar. Kadang, dalam pengalaman hidup muncul keinginan untuk melakukan sesuatu yang lebih besar atau lebih terlihat. Ada dorongan untuk keluar dari tempat di mana aku berada, seolah-olah di sanalah karya Tuhan dapat diwujudkan secara lebih nyata. Namun, melalui pengalaman Faustina ini, aku belajar bahwa Tuhan justru menghendaki kesetiaan dalam hal-hal yang sederhana dan tersembunyi. Di sanalah karya-Nya bertumbuh dan berkembang.
Aku semakin memahami bahwa doa yang dipanjatkan dalam kesunyian biara, dalam rumah-rumah keluarga, memiliki daya jangkau yang melampaui batas ruang dan waktu. Dalam keheningan, doa menjadi kekuatan yang menopang dunia. Kesetiaan dalam tugas sehari-hari, ketaatan pada panggilan hidup, serta kerendahan hati untuk tetap tinggal di tempat yang telah ditentukan Tuhan, semuanya merupakan bagian dari perwujudan misi Kerahiman Ilahi. Aku diajak merefleksikan kembali panggilanku sendiri. Apakah aku sungguh setia pada tempat dan tugas yang telah dipercayakan Tuhan kepadaku? Ataukah aku masih sering tergoda untuk mencari hal-hal yang lebih besar menurut ukuranku sendiri?
Hari ini aku belajar bahwa menjadi murid Kerahiman Ilahi dengan doa yang tulus, pengorbanan yang tersembunyi, serta kesetiaan pada panggilan hidupku, aku telah ambil bagian dalam karya keselamatan Allah bagi dunia. Di tempat di mana aku berada saat ini, Tuhan telah menyediakan ruang bagiku untuk mewartakan kasih dan kerahiman-Nya. Aku bersyukur atas panggilan ini. Aku ingin terus belajar setia, mempersembahkan setiap doa dan karya sebagai ungkapan kasih bagi Tuhan dan bagi jiwa-jiwa. Semoga hidupku, hidup kita, keluarga dan komunitas kita, selalu menjadi saluran kebaikan dan kerahiman Allah bagi dunia.
Yesus, Engkau andalanku.
Recent Comments