SENIN, PEKAN BIASA X PERINGATAN WAJIB SANTA PERAWAN MARIA BUNDA GEREJA
Kej 3:9-15, 20 atau Kis 1:12-14; Mzm 87:1-2,3,5,6-7, R:3; Yoh. 19:25-34

Hari Senin setelah perayaan Pentakosta Gereja merayakan peringatan Santa Perawan Maria sebagai Bunda Gereja. Hari Pentekosta merupakan tonggak Gereja yang sangat penting karena pada peristiwa Pentakosta itu kita mengenang kelahiran Gereja. Setelah para murid dipenuhi oleh Roh Kudus, maka mulailah Gereja bertumbuh dan berkembang dengan kelahiran baru begitu banyak putera-puteri Gereja. Berkat daya Roh Kudus putera-puteri dipenuhi dengan semangat untuk mewartakan Injil, Kabar Sukacita. Setelah kenaikan Yesus ke surga, para murid bersama Bunda Maria dengan tekun berkumpul bersama, berdoa bersama, menantikan janji Yesus, yaitu datangnya Roh Kudus. Peranan Bunda Maria dalam kelahiran dan bertumbuhnya Gereja sangat penting. Peranannya bukan hanya sebagai ibu yang melahirkan Yesus, Puteranya, namun juga menjadi ibu bagi seluruh Gereja bahkan seluruh umat manusia. Hawa adalah ibu kehidupan semua manusia, namun ia sangat berperan membujuk Adam untuk memakan buah dari pohon terlarang. Bujukan Hawa mengkibatkan manusia jatuh ke dalam dosa yang berakibat maut.

Maria, adalah ibu penebusan yang dengan setia, patuh dan taat melahirkan dan berjuang menemani, mengikuti perjalanan hidup Yesus sang Penyelamat manusia sampai di bawah kaki Salib-Nya. Akhirnya, dari Salib-Nya, Yesus menyerahkan Maria, ibu-Nya kepada murid yang di kasihi-Nya dan juga menyerahkan murid yang dikasihi-Nya itu kepada ibu-Nya. Di bawah salib, Maria menyaksikan dan ikut merasakan penderitaan Puteranya, Yesus. Ia menyaksikan juga darah dan air yang keluar dari lambung Yesus yang tertikam, sebagai lambang anugerah-anugerah yang dicurahkan dari salib kematian Yesus. Maria membuka jalan keselamatan bagi semua manusia melalui Tuhan Yesus. Maria adalah Bunda Gereja! PER MARIAM AD JESUM!

Apakah aku sungguh menyadari bahwa Maria adalah Bunda Gereja dan Bundaku? Sejauh mana aku telah datang kepada Maria, Bundaku untuk berjalan bersamanya menuju Yesus sang Juru Selamatku? Seperti Maria, apakah juga senantiasa tekun dan setia mengikuti bimbingan Roh Kudus dalam setiap peristiwa hidupku? Mari, sebagai orang beriman, kita datang kepada Yesus melalui dan bersama Maria, Bunda kita, Bunda Gereja!
Tuhan memberkati *RD AMT