RABU, OKTAF PASKAH
Kis 3:1-10; Mzm 105:1-2,3-4,6-7,8-9; Luk 24:13-35.
Dua murid dalam perjalan ke Emaus mengalami perjumpaan dengan Yesus. Namun perjumpaan itu tidak segera menjadi pengenalan secara pribadi tentang Yesus. Hal ini terjadi karena mereka sudah kehilangan harapan, karena dikecewakan oleh sengsara dan kematian Yesus. Namun Yesus menolong mereka. Ia membuka mata hati mereka, sebab pengenalan akan Yesus yang bangkit memerlukan suatu anugerah mata batin yang baru. Rahmat pengenalan dan pengertian secara personal akan salib dan kebangkitan Yesus tidak dapat dicapai dengan kekuatan manusiawi. Manusia dituntut untuk menyiapkan diri dengan sikap terbuka.
Petrus dan Yohanes sangat sadar bahwa mereka tidak dapat memberikan apa-apa dari kekuatan mereka sendiri untuk menolong orang lain. Mereka sadar bahwa hanya dengan kekuatan Allah dalam diri Yesuslah mereka dapat melakukan sesuatu. Menjadi orang yang beriman akan Yesus berarti menyiapkan diri seutuhnya menjadi jalan, sarana, dan alat bagi orang lain dalam perjumpaan dengan Yesus itu sendiri.
Sejauh mana aku telah mengenali Yesus itu secara personal? Apakah aku telah menyiapkan diri untuk memiliki sikap terbuka akan kehadiran Yesus yang memberikan daya yang menghidupkan? Apakah aku telah menyiakan diri seutuhnya menjadi jalan, sarana, dan alat bagi orang lain dalam perjumpaan dengan Yesus itu sendiri.
Mari membuka mata batin kita untuk mengenali kehadiran Allah. Mari belajar pada Petrus dan Yohanes menyiapkan diri seutuhnya menjadi jalan, sarana, dan alat bagi orang lain dalam perjumpaan dengan Yesus itu sendiri.
Tuhan memberkati.*RD AMT
Recent Comments