Sekali waktu ketika merenungkan ketaatan, aku mendengar kata-kata ini: Dalam renungan ini, secara khusus imam ini (=RP P. Macewicz SJ) sedang berbicara untukmu. Ketahuilah bahwa bibirnya sedang Aku pinjam. Aku berusaha mendengarkan semua renungannya dengan penuh perhatian dan menerapkan segala sesuatu kepada hatiku sendiri, seperti dalam setiap meditasi. Ketika imam berkata bahwa jiwa yang taat akan dipenuhi dengan kekuasaan Allah… Sungguh, apabila engkau taat, Aku mengambil kelemahanmu dan menggantinya dengan kekuatan-Ku. Aku sangat heran bahwa jiwa-jiwa tidak mau melakukan pertukaran itu dengan-Ku. Aku berkata kepada Tuhan, “Yesus, terangilah hatiku sebab kalau tidak, aku pun tidak akan sungguh memahami jata-kata ini.”
Tulisan Faustina hari ini membuatku kembali berhenti dan mendengarkan dengan lebih dalam. Faustina menulis bahwa saat merenungkan ketaatan, ia menyadari bahwa Tuhan sedang berbicara langsung kepadanya melalui seorang imam. “Bibirnya sedang Aku pinjam,” kata Yesus. Kalimat ini terasa sangat dekat bagiku. Sungguh,Tuhan bisa berbicara dengan banyak cara dan berbagai kesempatan. Tuhan ternyata bicara dengan sangat personal, melalui suara yang sederhana, lewat orang lain.
Yang paling menyentuh hatiku adalah kata-kata Yesus ini: “Apabila engkau taat, Aku mengambil kelemahanmu dan menggantinya dengan kekuatan-Ku.”
Aku terdiam merenung sejenak. Ketaatan bukan pertama-tama tentang kehilangan kebebasan, tetapi tentang sebuah pertukaran yang indah: aku menyerahkan kelemahan dan keterbatasanku, dan Tuhan memberikan kekuatan-Nya kepadaku. Kekuatan dan kesanggupan untuk melakukan kehendak Tuhan.
Namun Yesus juga berkata bahwa Ia heran karena banyak jiwa tidak mau melakukan pertukaran itu. Kalimat ini membuatku bercermin. Aku pun sering ragu untuk taat sepenuhnya, karena masih ingin memegang kendali, masih takut kehilangan rasa aman versi diriku sendiri.
Seperti Faustina, aku pun hanya bisa berdoa sederhana: “Yesus, terangilah hatiku.” Sebab tanpa terang dari Tuhan, aku pun tidak sungguh memahami makna ketaatan sebagaimana yang dikehendaki Tuhan. Hari ini aku belajar bahwa ketaatan adalah jalan kepercayaan, jalan menyerahkan kelemahan, dan membiarkan Tuhan sendiri yang berkarya.*hm
Recent Comments