JUMAT PASKAH III
Kis. 9:1-20; Mzm. 117:1,2; Yoh. 6:52-59

Berhadapan dengan penegasan Yesus tentang Roti Hidup, orang banyak bertengkar di antara mereka. Hal ini terjadi karena mereka masih terkurung dalam pola pikir dan cara pandang mereka. Mereka masih tinggal pada kalkulasi lahiriah/duniawi. Pada kenyataan seperti ini, Yesus semakin tegas menuntut, “Daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia”.

Pertobatan Paulus merupakan peristiwa yang tidak bisa ditelaah dengan akal sehat. Ini adalah daya rahmat kasih Allah di luar kalkulasi manusiawi. Saulus yang adalah penganiaya menjadi Paulus, seorang rasul yang mengembangkan pewartaan iman ke mana-mana di antara para bangsa. Ia alat pilihan Allah.

Kalkulasi dan rencana manusia amat terbatas. Rencana dan jalan Allah tak terbatas dan tak terbelenggu oleh apa pun juga. Apakah aku berani membuka diriku seutuhnya bagi rencana dan kehendak Allah? Atau apakah aku selalu terkurung oleh rencana dan kehendakku sendiri?
Mari belajar pada peristiwa Paulus. Mari membuka diri seutuhnya bagi rencana dan jalan Allah bagi diri kita.
Tuhan memberkati.* RD AMT