Carilah terang dan kekuatan dalam sengsara-Ku
Aku ingin berbicara suatu hal aneh yang terjadi padaku untuk pertama kalinya. Ketika bapak pengakuan mulai berbicara kepadaku, aku tak memahami satu kata pun. Kemudian aku melihat Yesus yang tersalib dan Ia berkata, Dalam sengsara-Kulah engkau harus mencari terang dan kekuatan.

Sesudah pengakuan dosa, aku merenungkan Sengsara Yesus yang pedih, dan aku memahami bahwa apa yang aku derita bukanlah apa-apa dibanding sengsara Sang Juru Selamat. Aku juga memahami bahwa bahkan ketidaksempurnaan yang paling kecil pun merupakan penyebab dari penderitaan yang pedih itu. Maka jiwaku dipenuhi penyesalan yang amat besar dan baru kemudian aku merasakan bahwa aku berada dalam lautan kerahiman Allah yang tak terselami. (BHF 654)

Saya sangat tertarik dengan Sabda Yesus kepada Faustina. Mencari kekuatan dalam sengsara-Nya, mencari terang dalam sengsara-Nya.
Saya sangat memercayai dan mengimani Sabda Yesus ini. Saya percaya dalam sengsara Yesus, terkandung segala daya terutama daya cinta, iman yang berpengharapan yang meneguhkan saat mengalami berbagai-bagai kelemahan dan suasana hati yang kelam.

Saat masih agak muda dan belum membaca serta mendalami BHF, saya berkelana mencari penerangan akal pikiran dna kerinduan memeroleh kekuatan dengan membaca banyak buku. Untuk sesaat ketika.membaca buku tertentu misalnya buku motivasi, buku rohani merasa mendapatkan sesuatu yang kuperlukan. Namun, ternyata tidak bertahan lama, bahkan untuk sekedar mengingat apalagi mengaplikasikannya.

Saya tertegun saat membaca BHF, ada petunjuk utama dalam sengsara-Kulah engkau harus mencari terang dan kekuatan. Sejak saat itu, saya berhenti membeli buku dan memutuskan merenung sengsara Yesus. Pada awal mula saya sangat tertarik dengan kisah di taman Getsemani hampir setengah tahun, hanya merenung kisah ini. Benar adanya, tiba-tiba saya rasakan, semua sudah berubah. Dari mana kekuatan yang aku peroleh? Aku yang kurang percaya diri, atau ragu-ragu ambil keputusan tertentu, menjadi begitu berani. Dalam refleksi, saya merasakan itulah terang dan kekuatan yang dicurahkan dari merenung sengsara Tuhan. Sejak saat itu sampai kini hatiku tahu, ke mana aku harus mencari jawaban atas semua problem hidupku. Aku sudah tahu ke mana harus mencari petunjuk; ke mana aku mencari kekuatan dan hikmat? Jawabannya, dalam.sengsara Yesus dengan merenung jalan salib Tuhan atau kutipan Injil tentang salah satu bagian dari Jalan Salib Yesus.

Sungguh indah, pada saat yang tepat, melalui Sabda Yesus kepada Faustina ini, aku menemukan kekuatan dan terang-Nya. Kadang, saya menyesal, mengapa tidak dari dulu aku mengetahuinya? Bagiku, semua jalan Tuhan, cara Tuhan membimbingku melalui Sabda-Nya kepada Faustina.
Saya akan tetap mencari terang dan kekuatan dalam sengasara-Nya. Yesus, kerahimanku topanglah aku selalu untuk.setia merenungkan sengsara-Mu, sebab Engkaulah andalanku.*hm