JUMAT, PEKAN BIASA XXXIV “
Dan. 7:2-14 ; MT Dan. 3:75,76,77,78,79,80,81.; Luk. 21:29-33

Bacaan hari ini membawa kita ke dua gambaran yang kontras namun saling melengkapi: penglihatan Daniel tentang kekacauan dunia dan janji Yesus tentang kedatangan Kerajaan Allah. Di tengah dunia yang penuh gejolak, kita diingatkan bahwa Kristus adalah Raja yang akan datang dengan kemuliaan, dan kita dipanggil untuk berjaga dan berharap.

Daniel mengalami sebuah penglihatan yang amat menakjubkan. Di tengah-tengah berbagai kekuatan yang ada, Anak Manusia datang dalam awan gemawan. Kepada-Nya diserahkan kekuasaan, kehormatan, dan segala suku bangsa mengabdi kepada-Nya. Anak Manusia inilah yang menjadi jaminan kehidupan, walaupun harus berhadapan dengan berbagai tantangan dan rintangan yang mengerikan. Ini adalah nubuat tentang Kristus, Sang Raja yang akan datang bukan dengan kekerasan, tetapi dengan kemuliaan dan keadilan. Di tengah kekacauan politik, sosial, dan moral, kita diingatkan bahwa kerajaan dunia akan berlalu, tetapi kerajaan Kristus akan bertahan selamanya.

Melalui perumpamaan tentang gejala-gejala alam, Yesus menegaskan kepada para murid-Nya untukmampu menangkap tanda-tanda kehadiran Kerajaan Allah. Sebab, Allah hadir dan menyatakan diri-Nya dan Kerajaan-Nya melalui tanda-tanda di dalam setiap peristiwa kehidupan manusia. Namun, sering kali tanda-tanda kehadiran Allah dan Kerjaan-Nya itu tidak dapat dikenali oleh manusia. Hal ini terjadi karena manusia menutup dirinya. Ia terkurung oleh segala rencana dan kehendaknya sendiri. Dengan tegas Yesus mengingatkan: “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi Sabda-Ku tidak akan berlalu.” Inilah yang menjadi jaminankehidupan bagi setiap orang beriman.

Apakah aku sudah membangun kepekaan imanku akan kehadiran Allah di dalam setiap peristiwa hidupku? Apa yang telah menjadi jaminan dan landasan kehidupanku?
Dunia boleh bergolak seperti laut dalam penglihatan Daniel, tetapi Kristus tetap datang sebagai Raja yang mulia. Mari kita menjadi umat yang berjaga, memuji, dan membangun hidup di atas sabda-Nya. Kristus, Sang Anak Manusia, akan datang dengan awan kemuliaan. Mari kita menyambut-Nya bukan dengan ketakutan, tetapi dengan hati yang siap dan penuh harapan.
Mari membangun kepekaan iman kita akan kehadiran Allah di dalam setiap peristiwa hidup kita. Mari menjadikan iman kita sebagai landasan dan jaminan kehidupan kita.
“Tuhan, ajarilah kami membaca tanda zaman dan menyambut-Mu dengan hati yang setia.” Tuhan memberkati. * RD AMT