SELASA, PEKAN BIASA X “Dipanggil Menjadi Garam dan Terang, Hidup dalam Pemeliharaan Allah”
1Raj 17:7-16; Mzm 4:2-3.4-5.7-8; Mat 5:13-16.
Liturgi hari ini menyingkapkan dua hal penting: Allah yang selalu memelihara umat-Nya, dan panggilan Yesus agar kita menjadi garam dunia serta terang bagi sesama. Hidup beriman bukan hanya menerima berkat, tetapi juga menjadi berkat bagi orang lain.
Elia dikenal sebagai hamba Allah yang setia. Pada masa kekeringan ia diutus dari sungai Kerit ke Sarfat, daerah Sidon. Melalui kesetiaan dirinya pada Allah dan kepercayaan janda yang dijumpainya, Allah melakukan mukjizat memperbanyak minyak dan tepung sebagai jaminan kelangsungan hidup mereka. Dosa raja Ahab yang menyebabkan penderitaan rakyat Israel sedangkan kesetiaan Elia dan iman janda itu melahirkan pemeliharaan Allah
Garam dan terang menjadi gambaran tentang peranan para murid Yesus. Sebagaimana garam, para murid-Nya mempunyai peranan yaitu menambahkan kualitas dari hakikat dan kehidupan manusia dan mengawetkannya dari kehancuran. Sebagai terang para murid adalah seperti kumpulan sinar dalam dunia. Melalui perumpamaan tersebut para murid ditantang untuk menjadikan diri dan iman mereka sebagai kesaksian atau kesetiaan kepada Yesus dan Bapa-Nya di surga
Apakah hidupku juga telah digerakkan oleh rencana dan kehendak Allah? Sebagai murid Yesus zaman ini bagaimana aku telah menjadi garam dan terang bagi sesamaku?
Hari ini kita diajak untuk percaya pada pemeliharaan Allah, hidup dalam damai yang Ia berikan, dan menjadi garam serta terang bagi dunia. Seperti janda di Sarfat yang berbagi dari kekurangannya, kita pun dipanggil untuk berbagi kasih dan harapan, sehingga hidup kita menjadi kesaksian nyata tentang Allah yang hidup.
Mari mewujudkan kesetiaan dan iman kita menjadi garam dan terang bagi sesama kita
Tuhan memberkati.*RD AMT
Recent Comments