SELASA, PEKAN BIASA XVII
Yer 14:17-22; Mzm 79:8.9.11.13; Mat 13:36-43.
Liturgi hari ini menyingkapkan wajah Allah yang penuh belas kasih, meski umat-Nya jatuh dalam dosa dan penderitaan. Yesus menegaskan bahwa pada akhir zaman, Allah akan memisahkan orang benar dari orang jahat. Bacaan ini mengajak kita untuk bertobat, percaya pada pengampunan Allah, dan hidup sebagai gandum yang berbuah dalam kasih.
Kehancuran Israel amat tragis. Nabi Yeremia merasakan penderitaan itu. Mewakili umat Israel nabi berkeluh kesah dan mengakui kesalahan di hadapan Allah. Keluhan nabi membangun kesadaran umat akan pentingnya kasih setia Allah bagi umat pilihan-Nya. Nabi memohon semoga kasih setia Allah dan kerahiman-Nya jangan dicabut tetapi dinyatakan kembali.
Perumpamaan gandum dan lalang menyadarkan setiap orang beriman untuk tetap percaya, sabar, tekun, serta tidak putus asa di hadapan tantangan bahkan penderitaan yang ada. Pada saatnya Allah akan bertindak dan memberikan ganjaran kepada setiap orang yang patuh setia, teguh, tangguh, sabar, dan gigih.
Apa dasar dan buah-buah iman yang aku sadari dan hayati? Apakah aku telah sabar, setia kepada iman berhadapan dengan berbagai rintangan dan cobaan hidup ini?
Hari ini kita diteguhkan bahwa Allah penuh belas kasih, selalu memberi kesempatan untuk bertobat, dan Kristus menegaskan bahwa pada akhirnya orang benar akan bercahaya dalam Kerajaan Allah. Mari kita hidup sebagai umat yang setia, menghasilkan buah kasih, dan percaya pada pengampunan Allah. Mari membangun sikap iman yang teguh, setia, dan sabar berhadapan dengan segala rintangan dan cobaan hidup ini.
Tuhan memberkati.RD AMT
Recent Comments