RABU, PEKAN BIASA XIV
Kej. 41:55-57; 42:5-7a,17-24a; Mzm. 33:2-3,10-11,18-19; Mat. 10:1-7

Yusuf mempunyai kekuasaan dan peranan yang sangat besar dan menentukan. Namun, ia tidak berbuat sewenang-wenang. Ia justru menjadikan dirinya sebagai sarana keselamatan, baik bagi semua penduduk Mesir, maupun bagi sanak keluarganya. Ia tidak membalas kejahatan para saudaranya terhadap dirinya. Ia justru menjadikan dirinya alat dan jalan keselamatan bagi para saudara dan keluarganya serta semua orang lain yang mengalami kelaparan.
Yesus mulai menyerahkan tugas perutusan-Nya kepada para murid-Nya. Perutusan itu dimulai dalam lingkup yang sangat kecil dan terbatas, yang kemudian akan berkembang dan terbuka luas. Para murid diarahkan untuk menjadi pewarta kabar sukacita, yaitu Kerajaan Allah sudah dekat. Untuk itu mereka dilengkapi dengan kuasa mengusir roh-roh jahat dan melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Apakah aku mampu dan mau berbuat seperti Yusuf, menjadi sarana keselamatan bagi orang lain? Sejauh mana aku telah berusaha untuk selalu mencari Tuhan dan mewartakan-Nya kepada orang lain dalam setiap peristiwa hidupku?
Mari menjadi sarana keselamatan bagi orang lain. Mari berusaha untuk selalu mencari Tuhan dan mewartakan-Nya kepada orang lain dalam setiap peristiwa hidup kita.
Tuhan memberkati. * RD AMT