Ketika aku berdoa dengan cara ini, aku melihat ketidakmampuan sang malaikat; ia tidak mampu melaksanakan hukuman adil yang setimpal dengan dosa-dosa itu. Belum pernah sebelumnya aku berdoa dengan kekuatan batin seperti yang kulakukan waktu itu. Kata-kata yang kuucapkan dalam permohonan kepada Allah adalah sebagai berikut: Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan ke-Allah-an Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, demi dosa kami dan dosa seluruh dunia. Demi sengsara-Nya yang pedih, tunjukkanlah belas kasih kepada kami. BHF 475
Merenungkan SKR hari ini, hatiku dipenuhi rasa kagum ketika membaca bahwa malaikat pelaksana murka ilahi tidak mampu melaksanakan hukuman setelah Faustina berdoa. Ia merasakan kekuatan batin yang belum pernah dialaminya sebelumnya. Pengalaman ini mengingatkan aku bahwa doa yang bersumber dari rahmat Yesus memiliki kuasa yang luar biasa untuk membela dunia. Doa yang diajarkan kepada Faustina, “Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan ke-Allahan Putra-Mu yang terkasih…”, menunjukkan bahwa dalam Doa Koronka aku tidak mempersembahkan sesuatu apa pun dari diriku sendiri, tetapi Yesus sendiri kepada Bapa. Aku makin meyakini bahwa kekuatan doa tidak pernah berasal dari kemampuan manusia, tetapi dari persatuan dengan Kristus. Bahkan kita sesungguhnya tidak tahu bagaimana harus berdoa tetapi Roh Kudus, Roh Allah sendiri yang berdoa dengan keluhan yang tak terucapkan. Saya yakin pengalaman Faustina dengan doa koronka ini, merupakan kuasa daya rahmat Ilahi yang bekerja, berkarya dalam dirinya paling efektif, sampai Faustina sendiri bahkan merasa belum pernah berdoa seperti itu sebelumnya.
Aku juga tersentuh dengan doa ini: “demi dosa kami dan dosa seluruh dunia.” Doa Koronka mengajak kita untuk tidak hanya berdoa bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi perantara kerahiman Allah bagi semua jiwa. Melalui doa koronka, kita dipanggil untuk mengambil bagian dalam misi keselamatan yang dipercayakan Tuhan kepada setiap orang. Doa yang indah dan menyelamatkan. “Demi sengsara-Nya yang pedih, tunjukkanlah belas kasih kepada kami,” mengingatkanku bahwa sengsara, penderitaan dan salib Yesus adalah sumber harapan bagi dunia. Setiap kali aku mendaraskan doa ini, aku diajak untuk mempercayakan seluruh hidupku kepada kerahiman Allah dan semakin setia menjadi saluran kasih-Nya.
Renungan hari ini menjadi indah dan pengingat bagiku karena persis kurenungkan di malam vigili Pesta Kerahiman Ilahi yang akan kita rayakan besok..Betapa hati dipenuhi rasa syukur dan sukacita karena misteri kasih kerahiman Ilahi yang selalu mengalirkan rahmat tiada henti melalui doa koronka, Gambar Kerahiman Ilahi, Jam Kerahiman, Novena KI dan Pesta Kerahiman Ilahi. Dalam kesederhanaan doa ini, aku percaya bahwa Tuhan bekerja, mencurahkan belas kasih-Nya, dan menghadirkan harapan bagi jiwaku, bagi banyak jiwa dan dunia yang membutuhkan pertobatan. Syukur kepada Allah atas kebaikan dan kasih karunia yang melimpah, tiada akhir dan tiada batas melalui devosi Kerahiman Ilahi..
Yesus, Engkau andalanku.
Recent Comments