Injil hari ini Markus 2 : 18 – 22 menegaskan sesuatu yang sederhana tetapi dalam: anggur baru membutuhkan kantong yang baru. Saya menangkap ini sebagai undangan untuk membiarkan Tuhan memperbarui bukan hanya kebiasaan luar, tetapi terutama wadah batin—hati. Sering kali kita ingin mengalami sesuatu yang baru dari Tuhan, tetapi tanpa sadar kita masih membawa cara lama: cara berpikir yang kaku, luka yang belum dilepaskan, ketakutan yang diam-diam dipelihara, atau keinginan untuk mengontrol segalanya.
Hati seperti ini mudah menjadi “kantong lama” bukan karena jahat, tetapi karena sudah terlalu terbiasa dengan pola yang sama. Namun Roh Kudus bekerja dengan cara yang lembut dan perlahan. Ia tidak memaksa, tetapi mengetuk. Ia tidak merusak, tetapi membentuk. Dan ketika hati mulai membuka diri, Roh Kudus menyalakan keberanian untuk berubah: berani melepaskan yang tidak lagi menumbuhkan, berani menerima cara Tuhan yang baru, dan berani memulai langkah yang selama ini tertunda.
Saya belajar bahwa perubahan rohani bukan pertama-tama soal melakukan banyak hal, melainkan soal menjadi ruang yang siap diisi Tuhan. Hati yang baru adalah hati yang mau belajar lagi, mau dibentuk lagi, dan mau mendengar lagi—meski harus meninggalkan rasa aman yang lama. Hari ini saya ingin meminta satu rahmat sederhana dari Tuhan agar hati saya tidak menjadi keras dan menutup diri, tetapi menjadi “kantong baru” yang mampu menampung karya Roh Kudus. Karena bila hati dibaharui, hidup pun dibaharui. Dan ketika Roh Kudus bekerja, perubahan bukan lagi beban,melainkan jalan menuju sukacita yang lebih murni.
Recent Comments