RABU, PEKAN BIASA, PERINGATAN BUNDA MARIA DARI LOURDES, HARI ORANG SAKIT SEDUNIA
1Raj. 10:1-10; Mzm. 37:5-6,30-31,39-40; Mrk. 7:14-23
Hari ini kita memperingati Bunda Maria dari Lourdes sekaligus merayakan Hari Orang Sakit Sedunia. Lourdes dikenal sebagai tempat penyembuhan, di mana banyak orang sakit datang dengan iman dan mengalami penghiburan serta kesembuhan. Bacaan hari ini menuntun kita untuk melihat bahwa kesembuhan sejati bukan hanya soal tubuh, tetapi juga hati yang murni dan penuh iman.
Kebijaksanaan Salomo dikenal sampai melampaui batas wilayahnya. Ratu Syeba datang dari kerajaannya untuk menyaksikan dan menguji kebijaksanaan Salomo. Ia begitu kagum menyaksikan lebih dari apa yang ia pikirkan dan yang ia dengar selama ini.
Hal yang amat penting dan menarik ialah penegasan Ratu Syeba. Ia menegaskan bahwa kebijaksanaan istimewa yang dimiliki Salomo terjadi karena Tuhan Allahnya. Ia mengakui bahwa bila seseorang dekat dengan Tuhan Allahnya dan membiarkan Allah merajai hati/batinya maka orang tersebut akan memiliki kebijaksanaan istimewa.
Ketika berbicara kepada orang banyak tentang hal yang menajiskan, Yesus menandaskan hal yang amat tegas, yaitu bahwa hati/batin merupakan faktor yang amat menentukan. Hati/batin menentukan sesuatu tindakan itu menjadi tahir atau najis. Hati yang jujur dan tulus akan menjadi daya kebijaksanaan hidup yang mat dahsyat. Sebab di dalam kejujuran dan ketulusan batin tercermin jati diri setiap orang.
Hari Orang Sakit Sedunia (World Day of the Sick) ditetapkan Paus Yohanes Paulus II pada 13 Mei 1992, dan mulai dirayakan pada 11 Februari 1993. Hari ini dibaktikan secara khusus untuk mempersembahkan penderitaan kita. Perayaan ini bertepatan dengan Peringatan Bunda Maria dari Lourdes karena pada kenyataannya banyak peziarah dan pengunjung ke Lourdes yang telah disembuhkan melalui doa-doa Bunda Maria. Pemilihan tanggal 11 Februari juga punya makna mengikutsertakan Bunda Maria dalam permohonan akan kesembuhan. Penetapan ini juga bertujuan untuk: mengingatkan umat beriman untuk berdoa secara khusuk dan tulus untuk mereka yang sakit; mengundang semua orang Kristiani untuk merefleksikan dan menanggapi penderitaan manusia; mengakui dan menghormati semua orang yang bekerja dan melayani dalam bidang kesehatan dan sebagai pemerhati kesehatan. Seluruh umat beriman diundang untuk berdoa secara khusus bagi orang sakit, di samping juga untuk merenungkan makna penderitaan dalam peziarahan manusia menuju rumah Bapa. Setiap orang beriman diajak untuk membangun kesadaran tentang peranan iman dalam menghadapi penderitaan dan sakit, demikian pula ditingkatkan kesadaran tentang arti kristiani dari penderitaan dan sakit.
Sejauh mana aku telah membangun sikap hati/batin yang bijaksana? Bagaimana aku telah membina dan membangun relasiku dengan Tuhan Allahku? Apakah aku telah membuka hatiku sepenuhnya bagi Allah?
Kesembuhan sejati bukan hanya soal tubuh, tetapi hati yang murni dan penuh iman. Pada peringatan Bunda Maria dari Lourdes dan Hari Orang Sakit Sedunia ini, mari kita membuka hati untuk menjadi saluran kasih dan penghiburan.
“Tuhan adalah kekuatan mereka pada waktu kesusahan, Ia adalah penolong dan penyelamat mereka.” (Mzm. 37:39-40). Mari membangun sikap hati/batin yang bijaksana. Mari belajar kebijaksanaan hidup pada sang Kebijaksanaan.
Tuhan memberkati.*RD AMT
Recent Comments