RABU, PEKAN BIASA XIII
Kej. 21:5,8-20; Mzm. 34:7-8,10-11,12-13; Mat. 8:28-34

Abraham hidup dalam janji dan jaminan Allah. Namun janji dan jaminan Allah yang sering tidak sesuai dengan perthitungan manusia membuat Abraham hampir kehilangan arah untuk membangun pemenuhan janji dan jaminan Allah itu. Hagar dan Ismael, anak yang dilahirkannya adalah bukti dari semua itu. Namun, melalui peristiwa yang amat manusiawi dalam kecembuaruan Sara, Allah menegakkan rencana, janji dan jaminan kepada Abraham. Ishak sebagai anak perjanjian dan Ismael mendapat perhatian dari Allah. Hagar dan anaknya tidak dibiarkan binasa oleh Allah, mereka mendapat janji dan jaminan juga dari Allah.

Kisah pengusiran roh jahat dari dua orang yang kerasukan roh jahat menunjukkan beberapa hal penting. Pertama, Allah dalam diri Yesus mempunyai kuasa atas segala sesuatu. Kedua, hal-hal yang jahat tidak sepantasnya ada atau tinggal pada diri manusia. Oleh karena itu, kehadiran Allah harus menjadi dasar atau landasan dan makna bagi pribadi dan kehidupan setiap orang.

Sejauh mana janji dan jaminan Allah telah menjadi landasan dan makna bagi diri dan setiap peristiwa hidupku? Apakah aku senantiasa membuka diriku seutuhnya bagi janji dan jaminan Allah?
Mari mewujudkan iman kita dalam kehadiran Allah yang menjadi dasar dan makna bagi kehidupan kita.
Tuhan memberkati. * RD AMT