KAMIS, PEKAN BIASA IX
2Tim 2:8-15; Mzm 25:4bc-5ab.8-9.10.14; Mrk 12:28b-34.
Liturgi hari ini menegaskan dua hal penting: mengingat Yesus Kristus yang bangkit sebagai pusat iman, dan menghidupi hukum kasih sebagai inti kehidupan Kristen. Bacaan mengajak kita untuk menaruh Kristus sebagai dasar hidup, serta menjadikan kasih sebagai hukum tertinggi.
Percakapan antara Yesus dengan ahli Taurat yang secara jujur mencari dasar dari seluruh perintah Allah menarik untuk disimak. Ahli Taurat itu secara jujur dan sopan berusaha untuk memahami dasar ajaran Yesus. Yesus menjawab kerinduan ahli Taurat itu dengan mengutip doa Shema tradisional yang menegaskan bahwa Allah itu esa. Oleh karena itu, setiap orang dengan seluruh dirinya: hati, jiwa, budi, dan kekuatan harus mengasihi Allah. Yesus juga menambahkan lagi bahwa mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah juga dasar perintah yang penting. Dengan demikian Yesus menegaskan sebuah perintah ganda bagi hukum yang utama. Ahli alkitab itu memahami jawaban Yesus. Ia mampu melihat dan mendengar lebih dari apa yang dikatakan oleh Yesus. Ia percaya, ia dekat dengan Kerajaan Allah.
Surat kepada Timotius ini merupakan undangan yang amat terbuka bagi setiap orang beriman untuk menyadari bahwa siapa yang setia dan rela menderita bersama Kristus dan bertahan sampai akhir akan hidup dan memerintah bersama Dia. Kesetiaan bersama Kristus berarti menang bersama Kristus.
Apakah seperti ahli Taurat itu, aku juga selalu berusaha untuk mencari, memahami dan menghidupi dasar imanku? Bagaimana aku telah mengembangkan kesetiaan imanku?
Selamat dan semangat beraktivitas hari ini.
Hari ini kita diingatkan untuk selalu mengingat Yesus Kristus, membiarkan diri dituntun oleh kasih setia Allah, dan menghidupi hukum kasih sebagai inti iman. Kasih adalah tanda nyata bahwa kita sungguh hidup dalam Kristus.
Mari selalu berusaha untuk mencari, memahami dan menghidupi dasar iman kita. Mari mengembangkan kesetiaan iman di dalam kehidupan kita.
Tuhan memberkati.* RD AMT
Recent Comments