SABTU, PASKAH V, PESTA ST. FILIPUS DAN YAKOBUS, RASUL. HARI SABTU IMAM
1Kor 15:1-8; Mzm 19:2-3.4-5; Yoh 14:6-14
Kedua rasul ini memiliki watak yang sangat khas. Sebagai orang yang spontan, tanpa ragu-ragu, Filipus dengan segera mengikuti Yesus ketika diperkenalkan oleh Yohanes Pembaptis, gurunya. Ia juga dengan segera mengajak Natanael umtuk berjumpa dengan Yesus. Dengan karakternya yang spontan tanpa ragu-ragu Filipus juga berkata kepada Yesus untuk menunjukkan Bapa. Sebab baginya itu sudah cukup. Melalui itu, Yesus mewahyukan sesuatu yang sangat penting tentang siapa diri-Nya bagi kita: “Barangsiapa telah melihat Aku, ia melihat Bapa!”. Suatu penegasan mendasar bagi iman kepercayaan kita tentang kesatuan antara Yesus dengan Bapa. Sesudah kenaikan Yesus ke Surga, dengan penuh iman, Filipus mewartakan Injil di Frigia dan dimakamkan di Hierapolis, Asia Kecil.

Yakobus adalah sosok pribadi yang beriman sangat teguh dan radikal. Ia adalah saksi yang tak tergoyahkan tentang kebangkitan Kristus. Kepadanya Yesus telah menampakan diri setelah kebangkitan-Nya. Yakobus menjadi uskup pertama Yerusalem. Ia dijuluki sebagai “yang adil”, karena mengetahui segala hukum Yahudi. Ia sendiri sangat patuh pada Hukum Taurat Musa. Pola hidupnya amat keras. Misalnya, ia tidak mau makan daging dan minum anggur. Ia kemudian mati sebagai martir, dilempar dari menara Bait Allah lalu dirajam sampai mati.

Sejauh mana keteguhan imanku akan Yesus yang telah bangkit? Apakah imanku itu telah menjadi daya dan gairah bagi hidupku? Apakah watak, kemampuan dan bakat-bakatku telah aku sediakan dan gunakan untuk mewartakan Injil Tuhan?
Mari membangun keteguhan iman kita akan kebangkitan Tuhan. Mari membuka diri pada rencana dan kehendak Tuhan bagi daya dan gairah hidup iman kita. Mari meneladani daya dan gairah iman rasul St. Filipus dan St. Yakobus.
Tuhan memberkati. *RD AMT